"Kita ingin jelas permasalahannya, dengan demikian agar clear," kata juru bicara Kemlu Michael Tene saat dihubungi detikcom, Senin (21/2/2011).
Dia menjelaskan, kasus itu selain diadukan ke Kemlu Korsel, juga dilaporkan ke kepolisian setempat untuk diselidiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Versi Tene ini agak berbeda dengan penjelasan Menperin MS Hidayat. Menurut Hidayat, tiga orang masuk kamar anak buahnya (Rojih Almansyur) dan mengambil laptop. Tiga orang itu mengaku disuruh orang mengambil laptop di kamar 2061 tapi salah masuk ke kamar 1961 yang dihuni Rojih. Masalah telah dianggap selesai setelah orang salah masuk itu mengembalikan laptop. Hidayat tidak menyebutkan "laptop ditemukan security hotel".
Dubes RI di Korsel, Nicholas Tandi Dammen, mendatangi kantor Kemlu Korsel pada Senin pagi untuk mencari kerjasama dengan Park Hae-yun, pejabat sementara Kemlu yang menangani masalah Asia Selatan dan Pasifik.
Nicholas meminta Kemlu Korsel memverifikasi berita bahwa tiga orang yang membobol ruangan delegasi Indonesia di Hotel Lotte pada 16 Februari lalu adalah anggota Badan Intelijen Nasional (National Intelligence Service/NIS) Korsel.
Sementara pejabat di Jakarta beramai-ramai menegaskan bahwa tidak ada data militer penting yang hilang sebab delegasi tidak membawa data penting.
(ndr/nrl)










































