KPU Pakai TI Lagi dalam Penghitungan Suara Pilpres
Selasa, 18 Mei 2004 14:16 WIB
Jakarta -
Sistem teknologi informasi (TI) KPU yang menuai kritik pada Pemilu legislatif lalu, akan kembali dipakai pada Pemilu Presiden (Pilpres) mendatang. Tujuannya sebagai pembanding penghitungan suara manual.Demikian dikatakan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin kepada wartawan di Media Center KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (18/5/2004)."Ada permintaan masyarakat supaya IT ditampilkan lagi dalam proses penghitungan suara. Kelihatannya parpol juga berkepentingan agar mereka punya bandingan. Dengan IT, mereka memiliki pembanding kedua, selain dari salinan penghitungan di TPS yang dimiliki," ujarnya.Disinggung adanya perbedaan hasil penghitungan IT dengan manual pada pemilu legislatif lalu, menurut Nazaruddin, persentasenya kecil. "Namun secara keseluruhan kecenderungannya sama," katanya.Soal gangguan hacker pada penghitungan IT lalu, kata Nazaruddin, adalah suatu pelajaran. "Dengan adanya hacker kemarin, toh masyarakat memroteshecker itu," lanjutnya.Nazaruddin menambahkan, apresiasi masyarakat terhadap penggunaan IT pada penghitungan suara legislatif lalu cukup tinggi. "Buktinya terjadi jammed pada hari pertama proses penghitungan suara pemilu. Informasi seperti itu hanya bisa diperoleh dengan menggunakan IT," jelasnya.
(nrl/)










































