"Kalaupun beliau ngotot mau buka, borok apa yang akan dia buka? Tahu apa Pak Ruhut tentang Golkar? Beliau itu cuma sebentar di Golkar, yaitu pada zaman Akbar Tanjung," tantang Jubir Golkar, Tantowi Yahya, dalam pesan singkat kepada detikcom, Minggu (20/2/2011).
Tantowi lalu membeberkan kisah kepergian Ruhut ke Partai Demokrat. Ia menyayangkan Ruhut malah mengancam partai yang membesarkannya.
"Ketika Jusuf Kalla menjadi Ketum, dia nggak dapat peran apa-apa. Itu juga kemungkinan yang menjadi alasan dia pindah ke Demokrat," beber Tantowi.
Tantowi juga membantah tudingan Ruhut bahwa hanya orang berduit yang bisa menempati posisi penting di Golkar.Menurutnya, Golkar memberi kebebasan kepada kadernya untuk berkembang dan menempati posisi strategis di partai."Di Golkar, semua kader bisa maju dan dapat kesempatan melejit apabila memang kinclong prestasinya. Banyak contohnya seperti saya," tandasnya. Sebelumnya Ruhut mengancam akan membongkar borok Golkar jika terus mendorong angket mafia pajak. Ruhut merasa sudah 32 tahun di Golkar dan tahu banyak rahasia borok partai beringin ini. (van/fay)











































