Seruan pawai itu mengemuka di media sosial. "Besok (Jumat) sejuta orang akan berpawai untuk melindungi revolusi dan tuntutannya," begitu tweet Mohanned, seperti dilansir Reuters.
"Kami mempersilakan setiap orang menuju Mesir yang baru. Negara baru yang dimulai dari alun-alun Tahrir. Negara yang bersatu, damai, bebas dan adil bagi semuanya," tulis Laila di Facebook.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pawai dua massa bertolak belakang ini mengambil tempat yang berbeda di Kairo, diperkirakan setelah salat Jumat. Demonstrasi diperkirakan akan berlangsung juga di Kota Alexandria.
Ulama kharismatis Yusuf Qaradawi dijadwalkan akan berkotbah di alun-alun Tahrir. Dia akan berbicara tentang pentingnya peran rakyat Mesir membangun masyarakat bebas dan demokratis.
Kekuasaan di Mesir saat ini dipegang oleh Dewan Agung Militer. Mereka di bawah tekanan aktivis yang mendesak pembebasan tahanan politik, menghapus UU darurat dan pemilu yang adil segera.
Kehidupan di Mesir jauh dari normal setelah Mubarak jatuh. Tank-tank masih di jalanan, bank tutup, pekerja mogok dan sekolah tutup.
(nrl/vta)











































