"Belum ada informasi masalah mengenai WNI di sana. Jadi sepertinya tidak ada masalah di sana," ujar Jubir Kemlu Kusuma Habir kepada detikcom, Jumat (18/2/2011).
Kemlu memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam konflik yang terjadi di negara Bahrain, Libya dan Yaman. Sejauh ini belum ada laporan yang menyatakan WNI di tiga negara tersebut terluka atau menjadi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya sedikitnya enam demonstran tewas dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintahan di Libya. Korban tewas saat terjadi bentrokan antara massa dengan pihak keamanan yang mengamankan aksi. Peristiwa ini terjadi di kota Benghazi. Selain korban tewas, banyak juga korban luka-luka.
Sementara itu aksi unjuk rasa di Yaman juga memakan korban. Satu orang demonstran tewas terkena tembakan polisi. Ribuan orang berbaris kawasan Al-Mansura menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh mundur.
Di Manama, Bahrain, aksi unjuk rasa juga memakan korban. Satu lagi korban tewas dalam aksi tersebut sehingga total ada 4 demonstran yang tewas. Semula mereka hanya protes untuk mendapatkan kebebasan politik, namun kemudian meluas menjadi gerakan untuk menurunkan PM Khalifa bin Sulman al-Khalifa yang berkuasa sejak 16 Desember 1971.
(mpr/nrl)











































