Syuriah PBNU Nonaktifkan Hasyim Muzadi
Senin, 17 Mei 2004 00:00 WIB
Rembang -
Syuriah PBNU menonaktifkan Ketua umum PBNU Hasyi Muzadi dan menerima pengunduran diri Ketua PBNU Shalahudin Wahid. Keputusan ini berlaku sejak keduanya ditetapkan sebagai calon wakil presiden oleh KPU hingga berakhirnya proses pemilihan presiden.Demikian Qaraar atau Keputusan Syuriah PBNU yang dihasilkan dalam rapat yang digelar di Hotel Puri Indah, Jl. Pemuda, Rembang, Jawa Tengah. Keputusan dibacakan anggota Syuriah PBNU KH Mustofa Bisri seusai rapat, Minggu (16/5/2004) pukul 23.30 WIB.Menurut Gus Mus, penonaktian juga berlaku bagi segenap pengurus NU di setiap tingkatan yang secara resmi bertindak sebagai tim sukses atau juru kampanye masing-masing capres-cawapres. Selam adalam status nonaktif mereka tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas institusi ke-NU-an.Selanjutnya rapat juga menunjuk Khatib Syuriah PBNU Masdar Farid Mas'udi sebagai Pelaksana Harian PBNU. Masdar akan menjalankan tugas-tugas yang ditinggalkan Hasyim.Ditanya tentang alasan penonaktifan Hasyim, Gus Mus menjawab, "Sebenarnya sudah lama pak Hasyim meminta nonaktif. Pak Hasyim menghendaki demikian untuk menjaga independensi NU."
(gtp/)










































