Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, nilai penting pertama yakni Kemenag adalah salah satu kementerian yang 'basah'.
"Kita melihat Kemenag sebagai kementerian dengan dana APBN yang besar, hanya kalah budgetnya oleh Diknas, Pertahanan. Kemenag masuk dalam 4 kementerian yang dapat alokasi dana yang lumayan. Uang yang mengumpul di situ tidak sedikit, jadi lumayan basah lah," kata Burhanuddin Muhtadi, saat dihubungi detikcom, Selasa (15/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya dengan cara-cara halus yang tidak terendus KPK," kata Burhan.
Burhan melanjutkan, sangat strategisnya kursi Menag buat PPP dan PKB itu lantaran kesamaan segmen elektoral mereka, yakni umat Islam yang berbasiskan Nahdlatul Ulama (NU). Belum lagi, Kemenag juga menangani pendidikan Islam yang menjadi lumbung suara partai.
"Dana dari pemerintah untuk pendidikan Islam bisa diklaim oleh partai," ujarnya.
Burhan mengatakan, sebaiknya Menag bukan berasal dari partai politik. "Kemajemukan Indonesia dipertaruhkan dari seberapa kuat menteri agama melihat visi Indonesia yang majemuk," kata Burhan.
(lrn/vit)











































