Namun para penguasa militer menegaskan bahwa mereka akan tetap memegang kendali pemerintahan selama 6 bulan atau sampai pemilihan umum digelar untuk memilih presiden Mesir yang baru.
Sejumlah bentrokan dilaporkan terjadi antara militer dan demonstran yang masih bertahan di Lapangan Tahrir, Kairo. Bentrokan terjadi ketika tentara mencoba membubarkan para demonstran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Jumat, 11 Februari malam lalu, Presiden Mesir Hosni Mubarak resmi mengundurkan diri setelah 18 hari aksi demo besar-besaran di negeri itu. Mubarak menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Jenderal Mohammed Tantawi.
Di sisi lain, polisi dan para pekerja bank di Mesir melakukan aksi mogok dan unjuk rasa guna menuntut kenaikan gaji dan perbaikan kondisi kerja. Para pegawai bank menuntut pemecatan para manajer bank yang korup. Mereka juga menginginkan adanya penyelidikan resmi atas partai yang tadinya berkuasa, National Democratic Party's atas dugaan keterlibatan dalam penyuapan.
Ribuan polisi Mesir juga menggelar aksi demo di luar Kementerian Dalam Negeri di Kairo. Mereka menuntut peningkatan gaji dan tunjangan kesehatan.
(ita/nrl)











































