"Lebih tinggi dari AIDS, TBC, atau kekerasan," demikian hasil penelitian WHO yang berjudul 'Global Status Report on Alcohol and Health' seperti yang ditulis oleh Reuters, (Sabtu 12/2/2011).
Sekurang-kurangnya 2,5 juta orang tewas tiap tahunnya karena berbagai hal yang berkaitan dengan alkohol. Prevalensi terbesar ada pada pria karena mereka mengonsumsi alkohol lebih banyak daripada perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alkohol menjadi faktor penyebab dari 60 macam penyakit dan kecelakaan. Data ini dirilis WHO untuk pertama kalinya sejak tahun 2004.
Konsumsi alkohol dikaitkan dengan penyakit pada hati, epilepsi, keracunan, kecelakaan di jalan raya, kekerasan, dan beraneka macam jenis kanker. "Enam atau tujuh tahun lalu kami tidak punya bukti kuat untuk membuktikan hubungan sebab akibat minuman alkohol dengan kanker payudara. Sekarang kami memilikinya," ujar pejabat WHO Vladimir Poznyak.
Peningkatan kesejahteraan telah memicu perilaku konsumsi minuman beralkohol di negara padat penduduk, Asia dan Afrika. Keadaan ini diperparah dengan lemahnya kontrol otorita setempat mengendalikan peredaran minuman alkohol.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan cara paling efektif mengendalikan peredaran minuman alkohol adalah dengan menaikkan pajak. Cara lainnya bisa dengan membatasi usia pembeli minuman alkohol dan mengatur kadar alkohol dalam darah pengemudi kendaraan untuk mencegah kecelakaan.
(gah/her)











































