Partai Kongres Mulai Bentuk Pemerintahan Baru India

Partai Kongres Mulai Bentuk Pemerintahan Baru India

- detikNews
Jumat, 14 Mei 2004 13:41 WIB
Jakarta - Partai oposisi utama India, Kongres kini mulai bekerja membentuk pemerintahan, setelah secara mengejutkan berhasil mengalahkan kubu nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri (PM) Atal Behari Vajpayee.Kongres memenangkan pemilihan parlemen setelah berhasil meraih dukungan jutaan penduduk miskin India, yang marah karena merasa tersisihkan dari kemajuan ekonomi negara tersebut. Partai Kongres pernah memimpin India selama 45 tahun namun kehilangan kekuasaan sejak tahun 1996 silam.Presiden Kongres, Sonia Gandhi mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan berupaya membentuk pemerintahan yang "kuat, stabil dan sekular" menyusul kemenangan partainya. "Selama beberapa hari ke depan proses pembentukan pemerintah akan meraih momentum," tukas Sonia.Namun ketika ditanya apakah ia akan menjadi Perdana Menteri India yang baru, perempuan kelahiran Italia itu menolak menjawab. "Pemimpin partai Kongres akan dipilih oleh anggota-anggota partai Kongres, kemungkinan pada 15 Mei," tutur janda mendiang mantan Perdana Menteri Rajiv Gandhi itu.Saat ditanya apakah orang yang terpilih pada Sabtu (15/5/2004) nanti akan menjadi Perdana Menteri, perempuan bernama asli Sonia Maino itu berujar: "Biasanya itu yang terjadi."Banyak anggota Kongres yang setuju jika Sonia menjadi PM menggantikan Atal Behari Vajpayee yang mengundurkan diri kemarin, Kamis (13/5/2004). Namun kubu nasionalis Hindu -- dan beberapa sekutu Kongres -- berpendapat kalau perempuan berusia 57 tahun itu tidak bisa diterima karena masih dianggap sebagai orang asing, meskipun ia mengenakan kain sari dan fasih berbahasa Hindi."Semua pekerja menginginkan hal itu, pejabat-pejabat partai juga. Sekarang dia (Sonia) harus memutuskan apakah dirinya ingin menjadi perdana menteri," tutur pemimpin senior Kongres Ahmed Patel.Kemenangan Kongres segera mendapat sambutan dari negeri tetangga Pakistan. Pemerintah Pakistan menyatakan berharap untuk bekerja sama dengan pemerintahan baru India guna melanjutkan pembicaraan mengenai sengketa Kashmir -- alasan utama perpecahan kedua rival nuklir tersebut. Pemerintah Amerika Serikat juga telah menyampaikan ucapan selamat kepada Kongres. (ita/)


Berita Terkait