Dikunjungi Pemerintah Jerman, PSK Semarang Dangdutan
Selasa, 11 Mei 2004 15:32 WIB
Semarang - Setelah berdialog dengan Pemprov Jateng guna melihat kondisi RS Kariadi, 16 orang perwakilan pemerintah Jerman mengunjungi resosialisasi 'Sunan Kuning' Semarang. Sebelum mereka datang, Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menghuni resosialisasi itu pun berdangdut ria di Balai Kelurahan Argorejo, Jl. Argorejo Semarang, menyambutlondo Jerman tersebut.Para PSK mulai kelihatan hadir di lokasi pukul 12.00 WIB, Selasa (11/05/2004). Mereka datang secara bergelombang dengan dandanan yang terlihat segar. Padahal, ke-16 perwakilan Jerman tersebut diperkirakan akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Selama menunggu, mereka bernyanyi dangdut bersama orkes musik setempat.Dari 500-an penghuni resosialisasi, sekitar separuhnya mengikuti acara yang disponsori oleh produsen Kondom Sutra tersebut. Akibatnya, ruangan yang berukuran 7 meter kali 30 meter itu pun penuh sesak. Di dalam ruangan terdapat gantungan-gantungan bertuliskan Kondom Sutra dan peringatan-peringatan bahaya HIV/AIDS.Sekitar pukul 14.00 WIB, di sela-sela acara dangdutan, pihak panitia dari Griya ASA PKBI dan warga setempat membuat acara kuis. Panitia melempar pertanyaan seputar HIV/AIDS, dan bagi PSK yang bisa menjawab dipersilakan memutar rolet dengan hadiah kondom dengan aneka rasa.Para penghuni resosialisasi tampak senang sekali dengan acara tersebut. Meski kadang ulah usil mereka tak bisa dicegah. Misalnya, ketika mengacungkan jari, mereka menjawab ngawur sehingga teman-temannya terpingkal-pingkal.Menurut Ketua Griya ASA PKBI Semarang Aries Sunarto, kedatangan perwakilan Jerman ke resosialisasi adalah untuk berdialog seputar bantuan Pemerintah Jerman. "Mereka juga melihat bagaimana dana bantuan mereka direalisasikan di resos ini," kata Aries kepada detikcom di sela-sela acara."Dana bantuan pemerintah Jerman itu diterima lewat DKT. DKT itu nama orang India yang mati karena HIV/AIDS dan sekarang digunakan sebagai nama LSM. Dari DKT, dana tersebut dialirkan ke Kondom Sutra. Jumlahnya saya tidak tahu pasti," papar Aries.Karena itulah, lanjutnya, pihak Kondom Sutra merasa berkewajiban memberi suntikan dana ke para penghuni resos ini. Mereka biasa memberikan dalam bentuk sponsor dan dropping kondom untuk tiap wisma sebanyak 1 boks dengan isi 72 buah per minggu.Dalam acara pertemuan dengan perwakilan pemerintah Jerman tersebut, pihak Produsen Kondom Sutra juga mensponsori dengan membiayai seluruh kegiatan. Di sana mereka juga akan bertanggung jawab terhadap aliran dana dari Jerman.Perwakilan pemerintah Jerman datang ke resosialisasi dengan didampingi staf Pemprov. Mereka mendapat kawalan yang cukup ketat dan mengendarai mobil anti peluru. Beberapa jam sebelum sampai di resosialisasi, polisi sempat mengecek lokasi acara dan menanyakan apakah kondisi aman atau tidak.
(nrl/)











































