Yel Antimiliter Demonstran Iringi Wiranto-Gus Solah
Selasa, 11 Mei 2004 15:32 WIB
Jakarta - Sorak-sorai antimiliter mengiringi kepulangan pasangan Wiranto-Gus Solah usai mendaftar sebagai capres-cawapres Partai Golkar di KPU.Meski mendengar yel-yel tersebut, Wiranto dan Gus Solah tidak ambil pusing. Usai mendaftar mereka langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Kantor KPU jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2004).Beberapa poster menghiasi aksi demonstran. Antara lain bertuliskan "Jangan biarkan militer kembali berkuasa" dan "Militer terbukti gagal memimpin bangsa".Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB itu masih terus berlangsung. Kini pukul 15.30 WIB, para demonstran duduk-duduk di depan pagar KPU dan memblokir separuh badan jalan menuju Bundaran HI hingga memacetkan lalu lintas.Pengunjuk rasa terbagi dalam 3 kelompok berbeda. Antara lain Ikatan Mahasiswa Trisakti, Komunitas Mahasiswa Bawah Tanah (Kombat), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Kemerdekaan. Total jumlahnya sekitar 300 orang.Mereka datang secara bergelombang dan tidak bersamaan. Mereka menuntut KPU untuk tidak menerima capres cawapres dari kalangan militer. Sebab baik SBY maupun Wiranto tidak mempunyai track record yang bagus dalam hal penegakan HAM. Keduanya masih terlibat dalam kasus-kasus pelanggaran HAM.Jenderal Purn Wiranto diduga sebagai otak kasus Timtim dan Trisakti. Sedangkan Jenderal Purn SBY diduga mengetahui dengan benar dan membiarkan terjadinya kasus 27 Mei penyerbuan Kantor PDI.Karenanya pada pengunjuk rasa berpendapat, tidak ada jaminan sama sekali apabila tokoh militer terpilih dalam Pilpres, maka pemerintahannya akan menegakkan prinsip-prinsip HAM.
(sss/)











































