Marwah: Saya Dipinjam PKB
Selasa, 11 Mei 2004 09:52 WIB
Jakarta -
Marwah Daud Ibrahim siap menjadi cawapres-nya Gus Dur. Namun demikian, Marwah tetap meminta PKB memproses permohonan posisi cawapres tersebut ke Partai Golkar."Saya ini Ketua Harian DPP Golkar. Jika PKB menghendaki saya sebagai cawapres, harus melalui mekanisme organisasi, yakni harus ada persetujuan partai Golkar," ungkap Marwah Daud saat dihubungi detikcommelalui sambungan telepon Selasa pagi (11/5/2004)."Proses saya menjadi cawapres PKB sangat singkat. Senin (10/5/2004) malam, saya mendapat SMS dari Mahfud MD, bahwa hasil pertemuan Langitan menetapkan Gus Dur sebagai capres dan saya cawapres, "kata Marwah."Saya katakan, saya bisa mengerti, dan berterima kasih. Tapi saya katakan, saya ini orang Golkar, sehingga mohon kiranya diproses ke DPP Golkar," kata Marwah.Dan tadi pagi (Selasa, 11/5/2004), kata lanjut Marwah, dirinya dihubungi lagi oleh Mahfud dan Muhaimin Iskandar, yang menyatakan baru saja ketemu dengan Akbar Tandjung. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas soal pencalonannya. Singkat cerita, Akbar pun setuju. "Pak Akbar mempersilakan PKB pinjam saya. Saya dipinjam PKB," kata Marwah.Karena telah disetujui para petinggi partai Golkar dan PKB, lanjut Marwah, dirinya menyetujui. Hanya untuk tertib organisasi, Marwah tetap meminta diproses ke partai Golkar. Untuk persiapan pendaftaran Selasa (11/5/2004) siang nanti, Marwah menyatakan, segala sesuai sudah disiapkan oleh PKB. "Saya sekarang kan segera ketemu dengan Pak Akbar. Setelah itu bertemu dengan Gus Solah dan Pak Wiranto. Baru menuju ke PBNU untuk bertemu dengan Gus Dur," tambahnya.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































