Imanda Amalia, mahasiswa UGM, Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jurusan Kesehatan Lingkungan,
Fakultas kedokteran itu baru berusia 24 tahun. Sementara Imanda yang diberitakan tewas di Kairo berumur 28 tahun.
Imanda sang mahasiswa UGM ini juga mengaku belum pernah pergi ke luar negeri. Karena itu, dia menduga mungkin dirinya hanya memiliki nama yang sama. Sebab, kata dia, banyak sekali perempuan bernama Imanda Amalia. Dia mengetahuinya saat melakukan pencarian lewat Google.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imanda Amalia memang sempat kaget bukan kepalang saat tahu nama Imanda Amalia ramai diberitakan menjadi korban dalam kerusuhan di kairo, Mesir. Namun, setelah mencermati pemberitaan itu, perempuan 24 tahun ini pun menuturkan bila perempuan yang diberitakan itu bukanlah dirinya. "Itu bukan saya, hanya nama dan latar belakang di bidang kesehatan yang sama," ujar Imanda.
Imanda mengetahui nama Imanda Amalia ramai disebut-sebut oleh media sebagai korban kerusuhan di Mesir, dari salah seorang ustad di Pondok Pesantren As-Salam. "Karena saya mau ujian, saya di kamar terus. Dan kebetulan di kos memang tidak ada TV, saya baru tahu dari Ustad di As-Salam," terang dia.
Imanda mengaku tidak memiliki kaitannya dengan Imanda yang di sebut-sebut tewas di Kairo. Dirinya tidak pernah bekerja di sebuah badan internasional seperti UNRWA maupun sejenis. "Saya cuma pernah kerja di UMS, jadi asisten dosen. Saya juga belum pernah ke luar negeri, apalagi Mesir," terangnya.
Menurut Imanda, dirinya sudah melakukan pencarian lewat Google dan menemukan nama Imanda Amalia, perempuan berusia 28 tahun, dan aktif nge-blog. Tapi apakah Imanda yang aktif nge-blog itu Imanda yang diberitakan sebagai korban tewas di Kairo, tidaklah jelas. Apalagi, saat ini berita kematian Imanda itu makin misterius saja.
(her/asy)











































