Banjir Lahar Dingin, Jalur Semarang-Yogya Dialihkan

Banjir Lahar Dingin, Jalur Semarang-Yogya Dialihkan

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2011 23:20 WIB
Jakarta - Hujan deras di kawasan puncak Merapi mengakibatkan banjir lahar dingin terjadi di Kali Senowo dan Kali Putih, Magelang, Jawa Tengah. Akibatnya, Jalur Semarang-Yogyakarta terpaksa dialihkan kembali setelah banjir lahar dingin meluap di Jalan Magelang-Yogya di Km 23.

Selain itu, arus banjir yang menerjang Kali Senowo mengakibatkan jalur evakuasi Merapi yang berada di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun yang berada 6 kilometer dari puncak Merapi terancam putus. Demikian pantauan detikcom, Rabu (2/2/2011).

Hal ini disebabkan terjangan banjir sudah menggerus jalur evakuasi dan membentuk tebing setinggi 15 meter lebih. 

Subur (45), warga Desa Jumoyo, Kecamatan Salam menyatakan banjir lahar dingin mulai terjadi sekitar pukul 18.15 WIB setelah hujan deras suara gemuruh terdengar dari Pos Pemantauan Merapi Ngepos, Kecamatan Srumbung.

"Setelah mendapat laporan dari pos Ngepos jalur Magelang-Yogya langsung ditutup dan arus lalu lintas langsung dialihkan," jelas Subur saat ditemui detikcom di sekitar Jembatan Kali Putih, Magelang.

Namun, Subur menjelaskan banjir lahar dingin kali ini terpantau cenderung sedang karena material vulkanik berupa batu-batu kecil, pasir dan lumpur yang menyelimuti jalan Raya Magelang-Jogja hanya setinggi 1 meter, sepanjang 150 meter.

Banjir sempat membesar untuk kedua kalinya dengan ketinggian 1,5 meter dan lebar 15 meter sekitar pukul 20.00 WIB. Jalan Raya Magelang-Yogya tetap ditutup sepanjang 700 meter dan dialihkan untuk mengantisipasi besarnya banjir kembali.

Sekitar pukul 20.45 WIB banjir di Kali Putih mengecil petugas polisi dan Bina Marga langsung menurunkan alat berat membersihkan material vulkanik yang menyelimuti Jalan Raya Magelang-Jogja Km 23.

Banjir di Kali Putih mengecil, sebaliknya di Kali Senowo mulai membesar sekitar pukul 21.00 WIB. Namun banjir itu tidak membuat ditutupnya jembatan Prumpung di Kali Pabelan yang merupakan anak sungai dari Kali Senowo.

Yulianto, petugas pengamatan Pos Merapi Babadan kepada detikcom menyatakan akibat terjangan banjir malam ini di Kali Senowo mengakibatkan jalur evakuasi Merapi terancam putus.

Sehingga ratusan warga yang bermukim di Desa Babadan, Kecamatan Dukun yang berada di atas Desa Krinjing dan sepanjang bantaran Kali Senowo terancam keberadaanya.  

"Sudah sepekan ini jalur evakuasi yang awalnya 7 meter sekarang jadi 3 meter tergerus terjangan banjir lahar dingin. Namun, hanya dipasang police line oleh petugas Polsek Dukun," ujar Yulianto.

Selain itu, akibat banjir di Kali Senowo dan Kali Pabelan, jembatan bailey (jembatan darurat) di Desa Sengi, kecamatan Dukun untuk sementara tidak bisa dilewati warga.

Kanit Regiden Polres Magelang, Iptu Eko Mardiyanto kepada detikcom menyatakan akibat banjir lahar dingin jalur Magelang-Yogja kembali dialihkan.

"Karena banjirnya kecil diusahakan malam ini Jalan Raya Magelang-Jogja akan kembali dibuka setelah dilakukan pembersihan material vulkanik yang menyelimuti jalan Raya Magelang-Jogja. Paling tidak satu sampai dua jam lagi bisa dibuka," ungkap Eko.

Soal terancam putusnya jalur evakuasi di Desa Krinjing, polisi sudah memberitahukanya kepada pemerintah daerah setempat. Diharapkan kondisi jalur evakuasi bisa diperbaiki oleh pemerintah.

"Untuk menjaga keselamatan pengendara kami pasang police-line. Supaya pengendara motor dan mobil berhati-hati bila melewati jalur yang berliku dan menurun tajam itu," terang Eko

(rdf/rdf)


Berita Terkait