Menlu: Pesawat Kedua dan Ketiga Siap Evakuasi WNI dari Mesir

Menlu: Pesawat Kedua dan Ketiga Siap Evakuasi WNI dari Mesir

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2011 14:53 WIB
Menlu: Pesawat Kedua dan Ketiga Siap Evakuasi WNI dari Mesir
Jakarta - Usai berhasil memulangkan 415 warga negara Indonesia dari Mesir, Kementerian Luar Negeri kini siap memulangkan rombongan WNI selanjutnya pada pesawat kedua dan ketiga.

"Kita sudah dengar dari Dubes di sana, ada warga yang sudah terdaftar dan siap dipulangkan. Saat ini kami sudah siapkan pesawat kedua dan ketiga," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa kepada wartawan, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (2/2/2011). Marty bersama rombongan Presiden SBY menyambut kedatangan WNI kloter pertama dari Mesir.

Marty menerangkan pihaknya akan secepatnya menerbangkan pesawat-pesawat tersebut. "Secepatnya. Sama seperti pesawat sebelumnya, terbang dari Jakarta ke Jeddah untuk isi bahan bakar baru kemudian menjemput WNI di Kairo," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria berkacamata itu menyatakan tidak ada kendala yang berarti selama proses pemulangan WNI kloter pertama. Upaya administrasi seperti pemeriksaan visa dan izin penerbangan mendarat yang biasanya dilakukan berhari-hari bisa dipersingkat hingga hitungan jam.

Meski begitu, menurut Marty, sempat terdapat kendala pada sistem Bandara Kairo karena begitu banyaknya pesawat negara lain yang akan mengevakuasi para warga negaranya. Marty juga berjanji pihaknya tidak akan mengabaikan para warga yang lebih memilih untuk tinggal di Mesir.

"Kami tidak akan mengabaikan mereka yang memilih untuk tinggal di sana. Kami upayakan penyediaan logistik," katanya.

Kemlu mencatat WNI di Mesir sebanyak 6.147 orang namun tak semuanya bersedia dievakuasi. Pemerintah tidak punya pilihan lain selain menghormati keinginan para WNI yang menolak mudik itu.

"Ini tergantung minat dari warga negara kita yang ada di sana. Kalau ingin kembali kita bantu. Kita tetap monitor dan tampung selama mereka di sana. KBRI dan Wisma KBRI selalu menjadi perlindungan bagi WNI baik di Mesir, Tunisia dan lainnya," tutup Marty.


(feb/nrl)


Berita Terkait