Bawa Paspor atau Tidak, Proses Imigrasi WNI dari Mesir Akan Dipermudah

Bawa Paspor atau Tidak, Proses Imigrasi WNI dari Mesir Akan Dipermudah

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2011 13:15 WIB
Bawa Paspor atau Tidak, Proses Imigrasi WNI dari Mesir Akan Dipermudah
Jakarta - Evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Mesir mulai dilakukan. Karena situasi di Mesir yang kacau, belum tentu semua WNI yang dievakuasi membawa paspornya. Namun Kemenkum HAM menjamin, membawa paspor atau tidak, proses imigrasi mereka akan dipermudah.

"Kita mempermudah kedatangan seluruh masyarakat Indonesia dari Mesir, apakah mereka punya paspor atau pun tidak punya paspor. Akan kita permudah sepenuhnya. Karena mungkin mereka buru-buru tidak bawa dokumen," kata Menkum HAM Patrialis Akbar.

Hal itu disampaikan kepada wartawan di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR tentang pembahasan RUU Keistimewaan DIY di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Patrialis menambahkan, pihaknya tengah mempertimbangkan apabila dalam pemulangan yang pertama ini masyarakat kesulitan, maka dari Imigrasi akan melayani di atas pesawat. "Kita akan evaluasi hari ini apakah akan immigration on board atau bagaimana," sambungnya.

Ketika ditanya apakah dari imigrasi Mesir ada masalah, Patrialis mengaku sejauh ini belum mendapat konfirmasi. Meski demikian dia menegaskan akan terus melakukan evaluasi.

Ada kendala perizinan tidak? "Saya kira pemerintah Mesir mempersilakan tanpa prosedur, hal itu juga sama bagi warga negara lain," jelas Patrialis.

Sebanyak 415 WNI akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah berhasil dievakuasi dari Kairo. Mereka yang kebanyakan terdiri dari perempuan dan anak-anak itu akan datang sekitar pukul 13.30 WIB.

Evakuasi dilakukan lantaran demonstrasi antipemerintah Hosni Mubarak di Mesir tidak kunjung berhenti. Demonstrasi yang digelar lebih dari sepekan ini menuntut Mubarak turun dari kursi presiden dan meninggalkan mesir. PBB melansir jumlah korban tewas dalam kerusuhan yang merupakan buntut demonstrasi itu mencapai 300 orang.

(nvt/asy)


Berita Terkait