Berlebihan Kalau SBY Sambut WNI dari Mesir

Berlebihan Kalau SBY Sambut WNI dari Mesir

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2011 11:04 WIB
Berlebihan Kalau SBY Sambut WNI dari Mesir
Jakarta - Presiden SBY rencananya akan menjemput sekitar 400-an Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Mesir. Gara-gara penjemputan ini, sidang paripurna terpaksa ditunda. Penjemputan ini pun dinilai belebihan.

"Nggak usah saja (menjemput). (Evakuasi) ini kan hasil dari proses yang sudah seharusnya dilakukan karena situasi di Mesir yang memburuk. Nggak usah menyambut, ini berlebihan," ujar pengamat politik internasional dari Universitas Indonesia, Hariyadi Wirawan, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (2/2/2011).

Dia mengingatkan, apa yang dilakukan presiden selalu mendapat sorotan. Apalagi ketika beberapa waktu lalu saat SBY menyampaikan curhat gajinya sebagai presiden tidak naik-naik, lalu tidak lama muncul kebijakan dari Kementerian Keuangan untuk menaikkan gaji pejabat, termasuk presiden di dalamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak yang melihat apa yang dilakukan presiden selalu salah, karenanya harus hati-hati. Nanti kalau menjemput, pasti ada yang berkomentar 'apa-apaan sih ini, daripada begini mbok melakukan yang lebih penting'. Jadinya ada suara sinis," tutur pria yang pernah kuliah di Universitas Jawaharlal Nehru, India, ini.

Menurutnya, jika SBY ingin mengobrol dengan WNI yang dievakuasi dari Mesir boleh-boleh saja. Namun itu tidak perlu dilakukan sekarang. Bisa saja nanti SBY mengundang mereka untuk datang ke kediaman pribadinya untuk mengobrol.

"Kalau terlalu demonstratif khawatirnya malah akan ada ucapan-ucapan sinis," imbuhnya.

Hariyadi berpendapat, mungkin SBY terinspirasi dengan apa yang dilakukan oleh Presiden Chile, Sebastian Pinera. Pada Oktober 2010, Pinera menyambut puluhan pekerja tambang yang terkubur selama dua bulan di bawah tanah. Pinera kala itu memeluk para pekerja tambang yang keluar dari lubang. Empati yang ditunjukkan Pinera ditengarai berhasil melambungkan popularitasnya.

"Bisa saja nanti ada yang berpendapat, kenapa presiden tidak memeluk orang-orang yang jadi korban lumpur Lapindo, misalnya. Saya kira, tidak perlu Pak Presiden menjemput dan menyambut mereka," ucap dia.

Sekitar 400 WNI dari Mesir akan tiba ke Bandara Soekarno-Hatta pukul 13.20 WIB. Mereka dievakuasi lantaran memburuknya situasi di Mesir akibat demo antipemerintah Hosni Mubarak yang berlangsung besar-besaran dan telah terjadi lebih dari sepekan. Demo yang berbuntut kerusuhan tersebut telah mengakibatkan setidaknya 100 orang tewas. Demonstran meminta Mubarak segera turun dari kursi presiden dan pergi dari Mesir.

Sekadar diketahui, istri dan anak Mubarak telah lebih dulu meninggalkan Mesir menuju London, Inggris. Israelnationalnews.com pada 26 Januari lalu menyebutkan, Suzanne Mubarak pergi dengan membawa 97 kopor. Belasan pesan di twitter mengatakan, Suzane teridentifikasi di Bandara Heathrow London. Suzanne bersama putranya, Gamal, dan cucunya tiba di London dengan pesawat pribadi.

Pukul 13.00 WIB, SBY dijadwalkan sudah akan tiba untuk menyambut WNI dari Mesir ini. Pukul 14.00 WIB sedianya SBY akan menggelar sidang paripurna kabinet. Namun karena ada agenda mendadak menjemput WNI di bandara, akhirnya agenda rapat paripurna diundur pukul 16.00 WIB.

Berbeda langkah dengan SBY, Presiden Amerika Serikat Barack Obama memilih untuk langsung menggelar jumpa pers. Dia menyikapi ketidakikutsertaan Hosni Mubarak dalam pemilu Mesir, September 2011 mendatang.

(vit/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads