Obama juga membuat 'perubahan halus' terhadap lautan massa yang berdemo di Kairo dan kota-kota lainnya dengan menyatakan, Amerika mendengar mereka dan mereka pasti akan mendapatkan perubahan yang mereka inginkan. Demikian dilansir AFP, Rabu (2/2/2011).
Obama bicara setelah Mubarak berpidato bahwa dia tidak akan mengikuti pemilu September 2011. Pidato ini disampaikan setelah Mubarak dilobi oleh utusan Obama, diplomat veteran AS Frank Wisner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mengakui bahwa status quo tidak bisa berlanjut dan bahwa perubahan harus terjadi," ujar Obama yang ditujukan pada aneka audiens, termasuk Mubarak, pengunjuk rasa, tentara Mesir dan publik Amerika.
Pernyataannya muncul setelah hari-hari diplomasi darurat yang memusingkan di Washington dan protes dahsyat di Mesir yang tak pernah terjadi sebelumnya.
Intervensi Obama, dalam pidato televisi yang disiarkan langsung dari Gedung Putih, kemungkinan akan dilihat oleh beberapa analis sebagai upaya untuk meyakinkan Mubarak untuk meninggalkan posisinya lebih cepat dari yang ia telah rencanakan selama ini.
Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menceritakan, Obama terlibat pembicaraan telepon 30 menitย secara "langsung dan jujur" dengan Mubarak, setelah pemimpin Mesir itu membuat konsesi dalam sebuah pidato yang oleh pengunjuk rasa segera disebut sebagai tidak cukup.
Obama "bilang itu sudah jelas bagaimana Mubarak mencintai negaranya, dan betapa sulitnya ini baginya. Presiden Obama juga menjelaskan kepadanya bahwa transisi yang tertib tidak dapat ditunda lagi, itu harus dimulai sekarang," kata pejabat itu.
Pendekatan itu tampaknya menunjukkan bahwa Washington mungkin tidak puas dengan transisi kekuasaan baru selesai dilakukan setelah pemilu September nanti.
Pejabat lainnya menambahkan,"pertanyaannya tidak tentang apakah dia turun sekarang atau nanti, namun pesan kami bahwa Anda mengetahui keinginan rakyat Anda."
(nrl/nvt)











































