Surabaya Dipenuhi Demo Tolak Capres Militer
Kamis, 06 Mei 2004 15:32 WIB
Surabaya - Gelombang unjuk rasa Kamis siang ini (6/5/2004) memenuhi Surabaya. Ratusan aktivis dari PMII, GMNI Surabaya, Gema Pembebasan serta PRD sama-sama menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi Jl.Gubernur Surya. Sedangkan Aliansi Peduli UMI menggelar demo di depan Mapolda Jatim Jl. Ahmad Yani.Dalam demo kali ini intinya tetap sama yaitu tetap menolak calon presiden dari militer, meminta pertanggungjawaban Kapolri secara moril atas tindakan represif Polri terhadap mahasiswa UMI Makassar serta menolak intervensi asing yang turut campur dalam semua kasus yang terjadi di Indonesia.Demo berlangsung menegangkan. Sekitar pukul 13.30 WIB ratusan aktivis PRD sempat mencoba menerobos masuk ke dalam Gedung grahadi. Namun aksi mereka dihadang 50 aparat dari Polwiltabes yang sudah disiagakan sejak pagi.Begitu dihadang, mereka tetap mencoba menerobos dengan mendorong pintu pagar yang dijaga polisi. Kericuhan hampir pecah karena salah seorang polisi sempat emosi dengan ulah para pendemo. Namun akhirnya aparat ditarik mundur dan digantikan oleh Satpol PP untuk menjaga pintu pagar agar massa tidak masuk ke dalam halaman kantor gubernur Jatim itu.Aksi ini tidak berlangsung lama. Setelah berorasi selama 30 menit, massa PRD meninggalkan lokasi demo dengan berjalan kaki. Arus lalu lintas sempat macet dikarenakan massa hampir memenuhi setengah badan jalan.Dalam demo ini mereka juga membawa berbagai poster bergambar Wiranto dan SBY yang diberi taring dan tanduk beserta tulisan "Awas militer bangkit" serta "Tolak intervensi militer di panggung politik".
(nrl/)











































