Status Hasyim-Gus Solah di PBNU Diputus 12 Mei

Status Hasyim-Gus Solah di PBNU Diputus 12 Mei

- detikNews
Kamis, 06 Mei 2004 15:19 WIB
Semarang - Manuver politik Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan salah satu Ketua PBNU Sholahudin Wahid menjelang pilpres, membuat pengurus PWNU Jateng was-was. Karenanya, mereka berharap kedua petinggi NU tersebut mundur dari PBNU. POsisi kedua orang itu akan dibahas pada 12 Mei nanti."Sebetulnya, kita mengikuti PBNU dalam hal apa pun. Sikap PBNU adalah sikap kami juga. Tapi, untuk soal majunya Gus Hasyim dan Gus Solah secara organisatoris mereka harus mundur dari PBNU karena masuk dalam politik praktis," ujar Wakil Ketua PWNU Jateng Abu Hapsin ketika dihubungi detikcom, Kamis (6/5/2004).Ketika didesak dengan pernyataan bahwa Hasyim sudah resmi menjadi pasangan Mega, Hapsin mengatakan bahwa yang dilakukan Hasyim tersebut dalam konteks individu. Organisasi NU tak pernah sedikit pun ikut campur tangan dalam urusan politik praktis. Apalagi untuk rebut-merebut jabatan.Lebih lanjut Hapsin yang juga staf pengajar di IAIN Walisongo Semarang ini menambahkan, pada 12 Mei mendatang posisi Hasyim dan Gus Sholah diperjelas. "Opsinya ya tinggal dua, tetap di PBNU atau mundur tapi maju sebagai cawapres dengan pasangannya masing-masing," katanya. Pembahasan ini dengan mengundang PWNU se-Indonesia.PWNU Jateng, kata dia, mengkhawatirkan adanya upaya politisasi NU secara keseluruhan. "Saya kira semua sudah paham, akan sangat berbahaya kalau NU sekadar cuma jadi tunggangan politik. Meski hal itu tidak secara langsung dilakukan, tapi bisa dirasakan," lanjutnya.Untuk itulah, imbuhnya, PWNU Jateng sering kali berkoordinasi dengan daerah-daerah dan pusat. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir sesuatu yang tidak diinginkan seluruh warga nahdliyin. Misalnya, aksi dukung atau tolak dalam capres - cawapres."Besok pengurus PWNU akan berkumpul. Kita akan memperbincangkan situasi aktual, termasuk isu kepemimpinan nasional. Sangat mungkin, kita juga akan mengambil sikap secara tegas terhadap Gus Hasyim dan Gus Sholah," demikian Hapsin. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads