PPP Minta PKS Dukung Pencapresan Hamzah

PPP Minta PKS Dukung Pencapresan Hamzah

- detikNews
Senin, 03 Mei 2004 22:10 WIB
Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk pencalonan Hamzah Has sebagai capres pada pemilu 5 Juli 2004 mendatang. PKS sendiri belum memberikan jawaban pasti terhadap permintaan PPP tersebut.Permintaan dukungan PPP itu terungkap dalam pertemuan sejumlah pimpinan teras PPP dengan Presiden PKS Hidayat Nurwahid di kantor DPP PKS, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Senin (3/5/2004). Hadir dalam pertemuan itu antara lain, Ali Marwan Hanan dan Surya Dharma Ali.Ali mengakui pertemuan dengan PKS sama halnya dengan pertemuan dengan parpol lainnya untuk mendapatkan tanggapan atas permintaan dukungan untuk Hamzah Has. "Sekaligus juga mencari pasangan cawapres yang belum ada. PKS tidak akan menampilkan capres dan cawapres tapi mereka akan peduli pelaksanaan pemilu. PKS akan mendukung pasangan yang akan disepakati parpol Islam. Tapi belum ada kesepakatan," kata Ali.Sementara itu, Presiden PKS Hidayat Nurwahid menyatakan, sikap PKS tetap tidak berubah kendati telah ada permintaan dalam pertemuan yang dilakukan dengan PPP. "Sikap opisisi PKS tidak berubah dengan pertemuan ini. Kami tidak berada di kabniet tapi concern di parlemen. Tapi tetap membuka komunikasi dengan berbagai ummat dan partai politik," katanya. Begitu juga soal permintaan dukungan dari PPP, Hidayat mengatakan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah kader PKS akan mendukung capres PPP. "Karena pertemuan antar parpol masih terus dilakukan. Dan belum pasti konstelasi PPP dan parpol lainya sehingga soal rekomendasi kader masih tergantung perkembangannya nanti," ungkapnya.Hidayat juga mengungkapkan, pentingnya komunikasi politik untuk menyelamatkan suara ummat Islam untuk mendapatkan koalisi yang menghasilkan pasangan pemimpin.Dalam kesempatan itu, Hidayat juga prihatin dengan perlakuan yang diterima oleh ummat Islam belakangan ini yang menjadi korban kekerasan atas ketidakprofesionalan Polri. "Ummat Islam kerap jadi korban kekerasan kepolisian. Kasus pemukulan terhadap pendukung Ba'asyir di Salemba, konflik di Maluku dan penyerbuan ke kampus UMI merupakan bukti. Kita minta hukum ditegakkan pada mereka yang telah mencederai," katanya. (mar/)


Berita Terkait