Kejadian berawal saat ketiga pemuda yang mengatasnamakan diri Persatuan Pemuda Tempatan, datang untuk menemui Sap Hau, pemilik game center yang berada di gedung Center Point, pusat perbelanjaan di kawasan Nagoya, Batam.
Informasi yang dihimpun detikcom, kelompok pemuda ini mengutus tiga orang untuk menemui si empunya usaha. Namun, kedatangan mereka mendapat halangan dari pihak satpam yang tengah berjaga. Karena mereka terus ngotot, akhirnya terjadi perang mulut, yang berujung pada pengeroyokan yang dilakukan oleh pihak satpam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Lubuk Baja, Batam, AKP Hendrik yang dihubungi detikcom, juga membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tiga orang pemuda terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Bagaimana kondisi yang pasti, kami belum tahu tapi yang jelas ketiganya sudah dibawa ke RS. Kita ke sini hanya untuk mengamankan lokasi kejadian, namun informasi yang kita dapat satu satpam juga terluka," kata Hendrik, Rabu (19/1/2011).
Hendrik mengaku belum mengetahui pasti penyebab kejadian perkelahian tersebut. Dia mengatakan urusan penyidikan akan ditangani langsung pihak polres Balerang.
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu MUI Kepulauan Riau (Kepri) dan Batam memberikan peringatan pada pihak Polda dan Pemkot Batam untuk segera menutup seluruh usaha game center yang diduga kuat disalahgunakan untuk perjudian. MUI Kepri juga berpesan pada pemkot jangan menghalalkan segala cara untuk meningkat pendapatan asli daerah.
(lia/lrn)











































