Suasana sidang tak terkendali ketika sedang membahas tentang batasan usia tidak boleh lebih dari 40 tahun bagi calon ketua umum GP Ansor.
Para peserta sidang kongres pun mengacungkan jari dan saling bersahutan dan untuk menyampaikan interupsi. Di antaranya, agar pimpinan sidang kembali menelaah anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) NU hasil muktamar NU di Makassar pada 2010 lalu. Dalam AD/ART NU, batas usia tidak melebihi 40 tahun berlaku untuk kongres terdekat, tapi untuk kongres terdekat atau kongres ansor saat ini, masih berlaku aturan sebelumnya yakni 45 tahun, karena masa transisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pimpinan sidang turun, pimpinan sidang turun, turun, turun," teriak peserta kongres di ruang Zaitun Asrama Haji Sukolilo, Minggu (16/1/2011) malam.
Mikropohone yang biasa digunakan untuk menyampaikan pandangannya, diambil oleh petugas pengamanan khusus. Karena, tak ada pengeras suara, peserta sidang merangsek maju. Banser pun menghalang-halangi peserta sidang yang teriak-teriak meminta piminan sidang turun dan menghadirkan suasana.
"Saya sudah menghubunginya. Sekjen dan Ketua Umum PBNU akan hadir di sini," jawab pimpinan sidang.
Situasi sidang yang tak terkendali, membuat pimpinan sidang Endang Sobirin menskors selama 1 x 30 menit.
Di sela-sela waktu skors sidang, Endang menyampaikan ke peserta sidang, agar duduk tertib, karena Ketum PBNU KH Said Agil Siradj. "Kami mohon kepada sahabat-sahabat peserta kongres, untuk duduk secara tertib, karena ketua umum PBNU masuk," ujar Endang.
(gik/anw)











































