ini tak kuasa menahan pilu karena melihat kondisi kesehatan putrinya memburuk pasca
menjalani operasi hernia di Rumah Sakit di kawasan Jakarta Selatan. Kondisi bayi berusia 3 bulan itu memprihatinkan, tubuhnya kurus kering.
Satu hari setelah dilahirkan Nur Rifa Afifah harus dilarikan ke rumah sakit pada 5 Oktober 2010 karena terdapat benjolan di tali pusar. Setelah 2 minggu menjalani rawat inap, dokter mendiagnosa bayi perempuan ini menderita hernia sehingga harus dioperasi.
"Operasi pertama gagal karena ada penyempitan di usus kecil dan usus besar," ujar
Sukri kepada detikcom, Jl Sawi No 22 RT 3 RW 5 Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang
Selatan, Minggu (16/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisinya terlihat membaik tetapi harus dirawat di ruang inkubator. Saat itu orangtua dibatasi untuk melihat si buah hati.
"Paling melihat dari luar ruangan," katanya.
Setelah dirawat selama 3 bulan, pada 31 Desember Sukri akhirnya memutuskan membawa pulang anaknya. Pihak rumah sakit menyarankan agar anak tetap dirawat, namun Sukri menolak karena terbentur masalah biaya.
"Suruh dirawat, tapi saya nggak mau. Tidak punya uang," imbuhnya.
Ketika hendak dibawa pulang Sukri dan istrinya melihat ada yang janggal dengan
kondisi kesehatan putri keduanya tersebut. Bayi yang lahir di bidan secara normal
dengan berat 3,2 kg, dan panjang 5,5 cm kondisinya menurun drastis. Sebagai orang
awam mereka tidak berani menanyakan hal tersebut.
"Namanya orang awam kita nggak banyak tanya," kata pria yang bekerja sebagai tukang
ojek ini.
Sampai di rumah, lanjutnya pihak keluarga terkejut melihat kondisi Rifa. "Perutnya memerah, badannya kurus tinggal tulang tidak ada dagingnya, kulitnya keriput dan rambutnya rontok," jelasnya.
Kini berat Rifa menyusut drastis menjadi 1,7 kg. Sementara jika buang air besar dilarikan ke atas melalui perut bagian kanan. "Kata dokter bekas operasinya masih infeksi. Bisa normal lagi jika anak ini berusia 4 tahun," kata Sukri.
Sukri tidak tahu bagaimana caranya mendapat cukup biaya untuk membawa putrinya
berobat. Dia hanya berharap keluarganya mendapatkan cukup rezeki. Musibah yang
dialami Sukri pun membuat tetangga sekitarnya simpati. Sukri pun berterimakasih
atas perhatian yang telah diberikan tetangganya.
(did/vit)











































