Anggota TNI Yang Tewas Dibacok dari Kesatuan Kostrad

Anggota TNI Yang Tewas Dibacok dari Kesatuan Kostrad

- detikNews
Minggu, 16 Jan 2011 10:59 WIB
Jakarta - Anggota TNI yang menjadi korban pembacokan bernama Kopda Amirudin (33) berasal dari Kostrad Cilodong. Ayah satu orang anak ini tewas setelah dikeroyok oleh empat orang di Cafe Bagabe, Simpangan, Depok.

Kronologi kejadian berdasarkan informasi salah satu anggota TNI yang berada di Rumah Sakit Centra Medica, namun enggan disebutkan namanya mengatakan, korban pada Sabtu (15/1) pukul 23.00 WIB tengah berkunjung ke Cafe Bagabe, Simpangan, Depok.

Tiba-tiba ada sekelompok orang mabuk yang berkelahi, korban pun mencoba merelainya. Namum apes, selepas merelai, diduga empat orang secara tiba-tiba mengeroyok korban dari belakang dan melepaskan bacokan ke arah kepala, tepatnya di belakang daun telinga korban. Akibatnya korban jatuh tersungkur bersimpah darah ke lantai cafe.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selepas kejadian pelaku meninggalkan korban. Korban yang sekarat ditolong dan dilarikan ke UGD Rumah Sakit Centra Medica Depok oleh pengunjung dan manajemen cafe pada Minggu pukul 01.13 WIB.

”Lukanya parah yah dan dalam, tadi kita tangani masih ada nafas, satu dua, namun setelah itu korban tidak kuat dan meninggal dunia. Besar kemungkinan kehabisan darah dan akibat luka yang serius,” kata Indriyani, perawat UGD Sentra Medica Depok kepada detikcom, Minggu (16/1/2010).

Selajutnya korban yang pada waktu kejadian menggunkan baju kemeja dan celana jeans kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk menjalani visum.

Sementara itu, Kapolsek Sukmajaya Depok AKP Lilik Iryanto mengatakan, kini pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan, terkait dengan motif para pelaku melakukan perbuatan tersbeut kini masih diselidiki lebih lanjut.

“Kita sedang mengejar para pelaku, awalnya hanya ribut dan coba didamaikan oleh korban, tapi akhirnya korban malah tewas ditebas. Motifnya masik kami selidiki,” kata Lilik di lokasi.

(mad/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini