"Ada sekitar seratus orang wisatawan terjebak di sini. KM Muria masih bersandar di Karimunjawa, tidak bisa berlayar ke Jepara karena katanya gelombang tinggi," ujar Tyas, salah seorang wisatawan pada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (13/1/2011).
Tyas menjelaskan, sesuai jadwal, seharusnya kapal tersebut berlayar ke Jepara pada Senin (11/1) lalu. Namun hingga hari ini, kapal belum bisa diberangkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tyas menambahkan, kesimpangsiuran informasi ini membuat para wisatawan panik. Mereka tidak tahu kapan bisa pulang ke rumah. Apalagi bekal uang semakin menipis dan tidak terdapat pula mesin ATM di kepulauan di utara pulau Jawa itu.
Tyas sendiri telah berada di sana sejak Jumat (7/1) lalu. "Di sini pada panik, karena harus kembali kerja atau kuliah," ujarnya.
(rdf/lrn)











































