Hal ini disebabkan karena pembangunan jalan layang (Fly Over) Antasari-Blok M. "Meski proyek berlangsung 21 bulan, tetapi lalu lintas terganggu hanya selama sembilan bulan saja," kata Kepala Bidang Jembatan Dinas PU DKI Jakarta, Novizal di kantornya di Jakarta, Kamis (13/1/2011).
Menurut Novizal, meski pembangunan Fly Over tersebut memakan waktu 21 bulan, namun pembangunan tiang pancang dan pondasi hanya sembilan bulan. Dan di tahap tersebutlah lalu lintas akan tersendat di ruas jalan sepanjang 4,8 kilometer tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Dinas PU tetap berusaha mencari jalan keluar agar di sepanjang jalan tersebut kemacetan tidak terlalu parah. Jalan-jalan alternatif pun akan mulai disosialisasikan kepada warga yang melintas di kawasan itu.
"Kebetulan di sepanjang Antasasi-Blok M banyak jalan alternatif. Pengguna bisa lewat Jl Puri Mutiara, Jl Benda dan Jl Kemang Raya," terangnya.
Untuk lebih mempermudah pengguna jalan, sejumlah rambu-rambu yang berfungsi sebagai penunjuk jalan juga sudah dipasang.
"Kita juga sudah koordinasi dengan Dishub DKI agar ada petugas yang mengatur lalu lintas di sepanjang jalan alternatif," tambahnya.
Proyek jalan layang Pangeran Antasari-Blok M menelan biaya sebesar Rp 1,28 triliun. Untuk mempercepat pembuatannya jalan layang tersebut akan dibagi dalam lima paket pengerjaan proyek yaitu paket pertama di kawasan Pasar Cipete senilai Rp 309 miliar yang dikerjakan pengembang PT Pembangunan Perumahan (PP). Paket kedua di sekitar Cipete Utara senilai Rp 245 miliar yang dikerjakan PT Yasa.
Paket ketiga di sekitar Brawijaya senilai Rp 246 miliar dikerjakan PT Hutama Karya dan Nindia Karya, sedangkan paket keempat di sekitar Prapanca senilai Rp 243 miliar dikerjakan PT Modern Lampiri, dan paket kelima Lapangan Mabak senilai Rp 245 miliar dikerjakan PT Waskita.
"Dengan dikerjakan secara paket seperti ini pembuatan jalan layang akan semakin cepat. Kita harapkan di akhir 2012, jalan layang ini sudah bisa digunakan," imbuhnya.
(her/anw)










































