Hal itu terlihat saat Maman ditanya oleh para pengacara yang duduk di samping Susno Duadji, di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (6/1/2011).
"Saksi masih sehat atau tidak? Masih kuat atau tidak," tanya salah satu pengacara Susno, Ari Yusuf Amir yang melihat Maman telah terpojok, lebih banyak menunduk dan menjawab tidak serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudara bilang, kurs dolar lagi tinggi. Kok beli dolar? " tanya Ari Yusuf memastikan pembelian USD 108.000 dari hasil pemotongan dana Pampilkada.
"Tidak tahu," jawab Maman.
"Pak Susno 4 tahun di PPATK. Kalau beli dolar lebih mudah kelacak. Inisiatif Anda atau Kapolda?"
"Kapolda," tukas Maman singkat yang membuat Ari Yusuf geregetan.
"Anda sadar menjawab atau tidak?" tanya Ari Yusuf memastikan keseriusan Maman.
"Enggak," jawab Maman spontan yang membuat pengunjung sidang tertawa lepas.
Sikap itu berbeda saat jaksa bertanya, Maman menjawab dengan lancar dan memandang wajah jaksa satu persatu. Bahasa tangan juga digunakan Maman untuk memastikan jawabannya dipahami. Namun, saat pengacara bertanya kondisinya terbalik.
(Ari/mad)











































