Kejagung: Kalau Indonesia Bersih Justru Mengurangi Kerja Jaksa

Kejagung: Kalau Indonesia Bersih Justru Mengurangi Kerja Jaksa

- detikNews
Selasa, 04 Jan 2011 11:12 WIB
Kejagung: Kalau Indonesia Bersih Justru Mengurangi Kerja Jaksa
Jakarta - Terdakwa kasus korupsi dan mafia hukum Gayus Tambunan, Senin (3/1) kemarin membacakan nota pembelaan (pledoi) yang berjudul 'Indonesia Bersih, Polisi dan Jaksa Risih, Saya Tersisih'. Melihat judul nota berjumlah 18 halaman itu, Kejagung menyangkal merasa risih.

"Justru Kejaksaan akan amat senang kalau negara kita bersih. Pertama, akan mengurangi pekerjaan jaksa," ujar Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Marwan Effendy, dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (4/1/2011).

Marwan mengatakan, selain mengurangi pekerjaan jaksa, Indonesia yang bersih akan mengefisiensikan kejaksaan dalam segala hal. Misalnya saja dalam hal rekrutmen pegawai maupun penggunaan anggaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Marwan juga menjelaskan, kejaksaan maupun kepolisian justru akan sangat senang jika bebas dari segala aksi mafia hukum. Paling tidak itu bisa menjadi bukti, bahwa sinergi tiga lembaga penegak hukum telah berhasil.

"Kalau Indonesia sampai bersih, juga akan menunjukkan upaya pemberantasan korupsi melalui metoda dan sinergi dari ketiga institusi yaitu Polri, kejaksaan dan KPK berhasil. Dan pastinya stigma negatif terhadap ketiga institusi penegak hukum ini akan mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan tentunya masyarakat," jelas Marwan.

Marwan lantas balik mempertanyakan pernyataan Gayus tersebut. Dikatakan Marwan, apa mungkin Indonesia akan bersih dari korupsi jika hanya mengedapankan instrumen pidana tanpa mau mengusut akar permasalahannya.

"Pertanyaan sebaliknya, apa mungkin statement Gayus itu bisa terwujud kalau penanggulangan korupsi hanya mengedepankan instrumen pidana. Sekali pun dengan sanksi yang tajam, tanpa mau menanggulangi akar pemasalahan korupsi itu sendiri," tandasnya.

Senin kemarin, Gayus telah membacakan nota pembelaanya yang berisi curahan hatinya, selama menjalani proses penahanan terkait kasus korupsi dan mafia hukum.

"Mengapa saya didakwa menguntungkan orang lain, menyalahgunakan wewenang yang dapat merugikan kewenangan negara. Padahal banyak kasus yang saya ceritakan kepada tim independen tentang keterlibatan pejabat Ditjen Pajak termasuk uang triliunan rupiah yang tidak diangkat penyidik," kata Gayus.

Gayus pun bertanya-tanya. Kenapa semua informasi yang dia ungkapkan tidak diusut penyidik. Dia heran atas alasan apa polisi justru mendiamkan informasi yang dia berikan.

"Saya tidak habis pikir, mengapa yang saya ceritakan ini tidak menarik. Muncul di benak saya tanda tanya besar mengapa polisi tidak mau mengungkap semua. Apa memang Ditjen Pajak memang bersih atau hanya kasus saya saja yang diproses atau memang kepolisian tidak sanggup memproses?" urai Gayus.

Gayus juga mengungkapkan 6 modus penyelewangan di Ditjen Pajak. "Rupanya Indonesia bersih hanya impian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan masyarakat kecil saja," ujar eks pegawai Pajak ini. (lia/vta)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads