Pimpinan KPK 'Cuek' Tanggapi Usulan Pergantian Wakil Ketua

Pimpinan KPK 'Cuek' Tanggapi Usulan Pergantian Wakil Ketua

- detikNews
Senin, 03 Jan 2011 08:43 WIB
Jakarta - Usulan evaluasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditanggapi dengan dingin oleh pimpinan lembaga tersebut. Meski begitu itu bukan berarti tudingan turunnya kinerja KPK disetujui pimpinan KPK.

"Tidak saya kira. Sejumlah aksi penindakan dan pencegahan telah kita lakukan di 2010," ujar Pimpinan KPK Haryono Umar dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (3/1/2011) pagi.

Haryono juga 'santai' menanggapi usulan evaluasi terhadap KPK, termasuk nantinya jika empat wakil Ketua  KPK yang telah bekerja sejak tahun 2007 harus diganti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua orang boleh berpendapat. Mengenai usulan itu, itu kan hak dari masing pribadi. Saya tidak mau komentar terlalu jauh," tandas Haryono.

Di waktu terpisah Pimpinan KPK lainnya, M Jasin juga menolak kinerja lembaga yang dipimpinnya tersebut merosot di tahun 2010. Bahkan dia mengklaim kinerja KPK di tahun lalu lebih baik ketimbang 2009.

"Setiap tahun kita memiliki target yang harus dicapai. Dan tahun ini lebih baik dari tahun 2009," ujar Pimpinan KPK M Jasin kepada detikcom, Kamis (9/12/2010).

Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan ini memaparkan, secara kuantitas lebih banyak orang yang diproses oleh KPK. Di samping itu, KPK juga tidak pandang bulu dalam menetapkan tersangka.

"Mana pernah sebelumnya ada yang menersangkakan 26 anggota dewan. Kita juga menyeret hakim, pegawai pajak, bupati dan pegawai BPK," sebutnya.

Sebelumnya Mantan Ketua MPR, Amien Rais mengusulkan agar 4 wakil ketua KPK yang saat ini menjadi pilar pemberantasan korupsi itu diganti dengan wajah-wajah baru. Usulan tersebut dikarenakan KPK terus terpuruk dalam hal pemberatasan korupsi.

"Ada baiknya dievaluasi dulu lalu dipilih ulang, kecuali pak Busro yang sudah dipilih. Yang empat mungkin diperbaharui," ujar Amien Rais di Kantor DPP PAN Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (2/1/2010)

(fjr/gah)


Berita Terkait