"Yang jelas koalisinya tidak solid karena partai koalisi ideologinya kepentingan. Koalisi tapi sikapnya kaya oposisi membuat Pak SBY tidak nyaman," ujar anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok, kepada detikcom, Selasa (28/12/2010).
Menurut Mubarok, ada perbedaan mendasar terkait pemahaman makna koalisi. Karena perbedaan ini lah koalisi menjadi bangunan yang tidak ideal lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, jelas Mubarok, selama ini partai di internal koalisi hanya mementingkan kepentingan masing-masing. Mereka tidak akan mau menyepakati kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginannya.
"Tapi dipahami koalisinya memang koalisi pragmatis bukan ideologis. Kalau nyambung kepentingannya ya didukung, kalau beda diputus begitu saja," protes Mubarok.
Padahal, menurut Mubarok, PD memahami koalisi sebagai partai sahabat. Partai yang boleh mengkritik, menurut Mubarok, hanyalah partai oposisi.
"Makanya lebih enak berkomunikasi dengan PDIP karena sudah jelas oposisi. Kita kalau dikritik oleh PDIP itu enak saja, namanya jelas oposisi," tandasnya. (van/nwk)











































