Ditinggalkan Kiai, Pengurus PKB Harus Kerja Keras

Ditinggalkan Kiai, Pengurus PKB Harus Kerja Keras

- detikNews
Minggu, 26 Des 2010 04:35 WIB
Ditinggalkan Kiai, Pengurus PKB Harus Kerja Keras
Jakarta - Hijrahnya puluhan kiai dari PKB dan PKNU asal Jawa Timur dipastikan akan membuat perolehan suara partai PKB menurun. PKB pun harus kerja ekstra keras untuk menghindari hal ini.

"Beban para pengurus dan simpatisan menjadi bertambah. Pengurus harus bekerja keras supaya eletabilitas tidak turun nantinya," ujar politisi PKB, Effendi Choiri saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (25/12/2010) malam.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Choi ini, roda organisasi perlu diputar lebih keras. Pendekatan dengan masyarakat bawah pun harus lebih digenjot agar perolehan suara untuk 2014 tidak turun signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Figur sudah berkurang, jadi perlu ditingkatkan lagi kinerja organisasi, kedekatan dengan masyarakat. Jangan malah organisasi tambah pecah lagi dan semakin ditinggalkan rakyat," pesan Gus Choi.

Wakil Ketua Komisi I DPR ini berharap agar pengurus PKB segera melakukan konsolidasi internal. Ini untuk memperkuat agar hal serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari.

"Seharusnya mereka bisa didekati lagi agar ke PKB. Karena mereka dulu itu dulu PKB semua, saya kenal semua itu. PKB masih punya masa depan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Puluhan kiai di Jawa Timur yang selama ini menjadi pengurus teras PKB dan PKNU menyatakan diri bergabung dengan PPP. Deklarasi tersebut dibacakan mantan Dewan Syuro DPP PKNU, KH Anwar Iskandardi depan Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali (SDA) di Ponpes Lirboyo Kediri.

Para kyai yang hadir antara lain KH Idris Marzuqi (Dewan Syuro DPP PKNU), KH M Anwar Manshur (PP Lirboyo), KH Imam Yahya Mahrus (PP Lirboyo), KH Huda Jazuli (PP Ploso, Kediri), KH Zainudin Jazuli (Mustasyar DPP PKB), KH Miftakhul Akhyar (Ro'is Syuriah PWNU Jatim), KH Mujib Imron (anggota DPD RI 2004-2009), KH Kafabihi Mahrus (PP Lirboyo), KH Anwar Iskandar (PP Jamsaren, Kediri), KH Mas
Subadar (KH RU Besuk Pasuruan), KH Zaini Sholeh (Sampang), KH Mas Mansur (PP Sidoresmo, Surabaya), KH Mutawakkil 'Alallah (Ketua PWNU Jatim), KH Nuruddin (PP Nurul Qodim, Probolinggo; Dewan Syuro DPW PKNU Jatim), KH Masbuchin Faqih (PP Suci Gresik), KH Abdulloh (PP Langitan, Tuban), KH Baidlowi (PP Berasan, Banyuwangi), KH Abd Ghaffar (Pamekasan), KH Ardani (Blitar), KH Arsyad (Tulungagung), KH Irvan Yusuf (PP Tebuireng), KH Mas Fuad (PP Sidogiri, Pasuruan), KH Jiryan Hasbulloh (Joresan, Ponorogo), KH Hisyam Syafa'at (Blokagung, Banyuwangi), dan KH Nur Khozin (Malang).

SDA menyatakan PPP membuka pintu lebar-lebar atas bergabungnya kembali para ulama ke PPP. PPP tidak akan mengajak kiai-kiai untuk terus berkonflik, karena itu mengecilkan arti penting perjuangan umat Islam di masa mendatang.

(her/her)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads