"Ini dibangun di atas landasan tata negara yang rapuh. Dalam sistem presidensial, ini (Setgab) anak haram karena tanpa landasan sistem politik. Anak haram ini justru akan
memberikan kerapuhan," kata pengamat politik dari Charta Politica, Tunarto Widjaya, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (22/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkesan anak haram dari politik kompensasi. Setgab tidak bisa dilepaskan dari kasus Century yang dengan seketika menempatkan Ical (Aburizal Bakrie) jadi Ketua Setgab," tutur alumnus Universitas Parahyanan dan UI ini.
Menurut Yunarto, Setgab layak dibubarkan daripada hanya menjadi wadah kubu-kubu partai sehingga memperunyam situasi politik. "Lebih baik dibubarkan daripada memperkeruh," cetusnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai Setgab sebagai tempat bersekongkolnya partai koalisi untuk membahas hal yang tidak bermanfaat bagi rakyat. Din berpendapat, seharusnya Setgab tidak perlu dibentuk. Karena Setgab hanya akan membatasi partai politik untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
PPP dan PKS pun merasa gerah di Setgab. Mereka mengeluhkan pola komunikasi dalam Setgab Koalisi. Ketidakjujuran, agenda tersembunyi dan dominasi Golkar-PD mengaburkan fungsi Setgab sebagai sarana penyatuan pandangan partai koalisi. Untuk membendung dominasi Golkar-PD, Wasekjen PKS Mahfudz Siddik mengajak PPP, PAN dan PKB untuk sejak dini menggalang kekuatan bersama menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014.
(vit/fay)










































