Ketegangan ini berawal saat pasutri ini tengah menunggu sidang di ruang tunggu Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (21/12/2010).
Di saat yang sama, puluhan wartawan menunggu kelanjutan sidang Komjen Pol Susno Duadji yang diskors selama 1 jam untuk istirahat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi, laki-laki itu bilang, Anda cantik, paha Anda mulus," kata seorang saksi, Yadi.
Perempuan yang mengenakan baju terusan warna hitam di atas lutut dengan belahan dada rendah dan berjaket cokelat ini lalu mengadu ke sang suami.
"Itu nggak sopan. Itu pelecehan. Dasar nggak sopan!" kata perempuan
yang didampingi suaminya itu kepada pria yang diduga seorang calo tilang itu.
Sontak ketegangan ini menyedot perhatian wartawan. Kamera televisi menyorot pasutri tersebut karena tidak berhenti melontarkan makian.
"Eh apa-apaan ini! Nggak usah diliput. Ngapain shoot-shoot," kata si pria berkemeja merah dan berdasi itu dengan nada tinggi.
Wartawan membalas. "Ini tempat publik. Kalau Bapak nggak mau diliput, silakan berantem di rumah," jawab wartawan.
Pasutri ini lalu membalas dengan memaki wartawan. "Eh kamu sialan. Dasar wartawan sialan. Provokator kamu," ucap perempuan itu menunjuk wartawan itu.
Teriakan itu membuat puluhan wartawan lainnya naik pitam. Adu mulut tidak terelakkan.
"Hei jaga itu mulut kamu. Siapa yang sialan. Banyak wartawan di sini," kata wartawan.
Suasana semakin memanas. Si suami juga sempat menampar kamera milik jurnalis Indosiar yang terus mengambil gambar. Wartawan juga berusaha membalas sehingga nyaris adu jotos.
Beruntung satpam pengadilan melerai. Pasutri akhirnya minta maaf kepada wartawan.
"Oke-oke, kami minta maaf. Saya tidak bermaksud menghina wartawan," kata si suami memilih jalur aman. (aan/nrl)











































