Sedang Gali Pasir, Penambang Garut Temukan Mayat Bocah

Sedang Gali Pasir, Penambang Garut Temukan Mayat Bocah

- detikNews
Jumat, 17 Des 2010 15:43 WIB
Garut - Sedang asyik menambang pasir di Sungai Cimanuk, para penambang di Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikejutkan dengan munculnya kaki anak kecil dari dalam air. Rupanya, ini adalah mayat bocah 5 tahun yang sudah hilang 3 minggu.

Peristiwa ini terjadi di Sungai Cimanuk tepatnya di Kampung Patrol, Desa Sukaratu, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (17/12/2010).

"Waktu saya menggali pasir, tiba-tiba dari dalam air muncul kaki anak. Saya sebelumnya tidak mengira itu manusia, tapi karena warga berdatangan dan melihat temuan tersebut menegaskan itu manusia," kata Kamla (26) warga setempat, kepada wartawan.

Menurut Kamal, para penambang pernah juga menemukan mayat hanyut di Sungai Cimanuk beberapa bulan silam. Sementara kasus ini pun ditangani Kapolsek Banyuresmi, Garut.

Kapolsek Banyuresmi, AKP Kusna Djefridja, membenarkan temuan warga tersebut. Jenazah pun diotopsi di RSU dr Slamet, Garut. Polisi mendapatkan konfirmasi kalau ini adalah mayat Kelvin (5) yang hilang terbawa arus Sungai Cikendi dan mengarah ke Sungai Cimanuk pada 27 November 2010 lalu.

Hal ini didapat setelah pihak keluarga Kelvin datang ke RSU dr Slamet. Ibunda Kelvin, Irma, langsung lemas saat melihat mayat bocah itu di ruang instalasi jenazah.

Irma memastikan bahwa mayat tersebut adalah Kelvin. Kelvin pada Sabtu 27 November 2010, terpeleset saat bermain di sebuah parit di samping rumahnya di Kampung Gunung Putri, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota. Mayat itu masih memakai kaos dan celana pendek hitam yang sama dengan milik Kelvin di hari naas itu.

"Memang Irma masih mengenali anaknya dari pakaian, kemudian dipastikan dengan melihat langsung jenazah secara utuh," ujar Agus, kakek Kelvin, di kamar jenazah RSU dr Slamet.

Pihak keluarga sangat terpukul dan shock setelah jenazah Kelvin ditemukan. "Meskipun demikian kami bersyukur, Kelvin telah ditemukan. Kami sebenarnya sudah merelakan Kelvin meninggal tanpa diketahui jenazahnya," tambah Agus.

Keluarga menceritakan pada Sabtu, 27 November 2010 lalu, sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan lebat, Kelvin terpeleset masuk parit yang airnya cukup besar. Kelvin langsung terbawa arus air dan masuk ke Sungai Cikendi yang bermuara di Sungai Mimanuk. Upaya pencarian terus dilakukan selama 7 hari, namun tidak membuahkan hasil hingga pencarian dihentikan.

Rencananya sore ini jenazah Kelvin akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Kelurahan Ciwalen.

(fay/nrl)


Berita Terkait