Busyro Tak Kunjung Dilantik, Komitmen Pemberantasan Korupsi Cuma Lip Service?

Busyro Tak Kunjung Dilantik, Komitmen Pemberantasan Korupsi Cuma Lip Service?

- detikNews
Kamis, 16 Des 2010 14:27 WIB
Busyro Tak Kunjung Dilantik, Komitmen Pemberantasan Korupsi Cuma Lip Service?
Jakarta - Pada akhir November lalu Busyro Muqqodas telah dipilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun hampir satu bulan sejak pemilihannya, Busyro belum juga dilantik oleh Presiden. Komitmen pemberantasan korupsi pun dipertanyakan.

"Kalau cuma tinggal melantik seharusnya bisa secepat mungkin, kecuali kalau ada lip service atau pencitraan. Ini tentu menimbulkan pertanyaan," kata Ketua Harian Masyarakat Pemantau Peradilan (Mappi) Hasril Hertanto dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (16/12/2010).

Komitmen pemberantasan korupsi mulai dipertanyakan ketika pemerintah tidak bisa melobi DPR terkait masa kerja Busyro. Karena masa kerja pimpinan KPK lainnya tinggal setahun, maka Busyro yang baru saja terpilih menggantikan kursi yang ditinggalkan Antasari Azhar pun menjadi setahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar Busyro bisa segera bekerja. Semakin lambat maka masa kerjanya semakin berkurang. Apakah ini (pemberantasan korupsi) hanya lip service?" sambung staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Ditambahkannya, apabila yang mengganjal pelantikan adalah urusan administrasi, maka hal itu bukan masalah besar. Hal itu seharusnya bisa diselesaikan dengan segera oleh Sekretariat Negara.

"Urusan administrasi bukan alasanlah. Itu dalam sehari bisa," cetus Hasril.

Busyro telah terpilih menjadi pimpinan sekaligus Ketua KPK setelah memenangi voting di Komisi III DPR pada Kamis (24/11/2010). Dia mengungguli empat pimpinan KPK lainnya yang sudah dulu bertugas yakni, M Jasin, Haryono Umar, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Sebelumnya Busyro juga berhasil menyingkirkan Bambang Widjojanto, kandidat lainnya yang berhasil lolos untuk menjalani fit and proper test pimpinan KPK.

(vit/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini