"Pengalihan arus kita berlakukan secara situasional saja. Jika kemacetannya mengunci, kita baru lakukan pengalihan arus," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa saat dihubungi wartawan, Rabu (15/12/2010).
Di samping itu, Kepolisian juga merencanakan untuk melakukan sistem buka-tutup jalan jika sudah terjadi kemacetan. Titik yang akan dilakukan penutupan jika terjadi macet yakni jembatan layang Senayan dari arah Jalan Gerbang Pemuda dan dari arah timur Semanggi menuju Slipi.
Selain itu, gerbang masuk Pintu VII dalam Senayan dari arah utara dan dari arah flyover Senayan diarahkan menuju lampu merah Lapangan Tembak. Sementara gerbang masuk Pintu VIII dari arah barat lampu merah Lapangan Tembak dialihkan menuju lampu merah Asia Afrika.
Sementara itu, skenario pengalihan arus terjadi di kawasan Taman Anggrek arah Istora Senayan, dialihkan menuju lampu merah Asia Afrika ke arah pintu I keluar Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Kendaraan yang mengarah ke kolam renang Senayan dialihkan menuju Pintu V Stadion GBK atau ke arah Pintu I. Royke menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 300 personel lalu lintas untuk mengatur arus lalu lintas.
"50 Personel di dalam kawasan Senayan, sisinya ditempatkan di lokasi-lokasi yang kena imbas kemacetan," ujarnya.
Seperti Jalan Gatot Subroto menuju Slipi dan Cawang, flyover Semanggi, Jalan Gerbang Pemuda menuju Jalan Asia Afrika dan sebaliknya serta Jalan Sudirman menuju Blok M.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan pihaknya menyiapkan 1.600 personil untuk mengamankan jalannya pertandingan di sekitar Stadion Utama GBK. Adapun, satuan yang dilibatkan meliputi Satuan Lalu Lintas, Satuan Reserse dan Satuan Samapta.
"Petugas gabungan dari Polda Metro dan Polres Jakarta Pusat dengan kendali di bawah pimpinan Kepala Biro Operasi Polda Metro," kata Baharudin.
(mei/nwk)











































