Ketika Marzuki Alie Bertemu Pengkritiknya

Ketika Marzuki Alie Bertemu Pengkritiknya

- detikNews
Senin, 13 Des 2010 17:14 WIB
Ketika Marzuki Alie Bertemu Pengkritiknya
Jakarta - Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang dikenal rajin mengkritisi Ketua DPR Marzuki Alie. Apa yang terjadi jika keduanya bertemu muka? Rupanya keduanya bersalaman hangat.

Marzuki dan Sebastian bertemu dalam diskusi yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/12/2010). Saat mengetahui Sebastian sebagai salah satu pembicaranya, Marzuki pun langsung berjanji untuk hadir.

"Saat tahu kalau Pak Sebastian salah satu pembicaranya, saya langsung bilang, saya pasti datang," kata Marzuki di sela-sela diskusi. Sebastian yang duduk tidak jauh dari Marzuki hanya tersenyum simpul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marzuki mengaku sudah lama ingin bertemu dengan Sebastian. Marzuki ingin meluruskan beberapa komentar dan kritik yang meluncur dari Sebastian. "Komentarnya sih tidak ada yang salah, tapi mungkin ada informasi yang belum Pak Sebastian dengar," kata Marzuki.

Marzuki lantas menjelaskan panjang lebar salah satunya soal gedung baru DPR yang menghabiskan dana lebih dari Rp 1 triliun. Politisi Partai Demokrat (PD) itu juga berbicara soal kolam renang yang dulu sempat akan dibuat di komplek wakil rakyat itu.

"Ini yang saya luruskan, itu asalnya Rp 1,8 triliun tapi bisa kita tekan sampai Rp 1,3 triliun. Itu memang besar, tapi saya kumpulkan fraksi-fraksi, kalau ada satu fraksi yang menolak, saya akan batalkan tapi semuanya tanpa banyak cingcong menerima, semua setuju," kata Marzuki.

Marzuki mengaku heran mengapa setelah proyek itu terbuka di publik, ada fraksi yang mengaku menolak. "Begitu disetujui, besoknya ramai-ramai, ada satu fraksi yang komentar, menolak. Ini gimana," ujar Marzuki.

Sementara itu Sebastian mengatakan, misi utamanya memang mengawasi DPR. Dia ingin, DPR dapat berfungsi dengan baik sehingga kepercayaan rakyat terhadap wakil rakyat tinggi. "Kalau itu sudah terjadi, tentu kita akan membubarkan diri," katanya.

(ken/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads