"Kasus yang berkaitan dengan panitera, memang agak susah dibentuk dewan kehormatan. Karena dia panitera (Mahfud), dibentuk internal. Akan dilakukan pemeriksaan mulai hari Senin besok," ujar anggota Majelis Hakim Konstitusi, Akil Mochtar dalam diskusi di Restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (12/12/2010).
Akil menjelaskan, tim internal ini dibentuk untuk cari tahu apakah isu suap ini ada arahnya ke suap hakim MK. Karena sampai saat ini, arahnya masih sampai ke panitera Mahfud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Akil menyebutkan, tim internal yang kini dibentuk telah melakukan kerja pendahuluan, yakni memeriksa panitera Makhfud. Rencananya, Senin besok mulai melakukan pemeriksaan pihak-pihak yang disebut-sebut, salah satunya putri Hakim Arsyad Sanusi, Nesyawati.
"Iya, (Nesyawati) segera diperiksa oleh tim yang dibentuk," ucap Akil ketika ditanya wartawan usai diskusi.
"Dua sampai tiga orang itu belum diperiksa, hanya disebutkan nama saja. Itu baru keterangan panitera pengganti (Makhfud). Jadi bagaimana keterangan SH, keterangan Zaimar, sama dua orang itu belum juga diperiksa. Sama Bupati Simalungun juga belum diperiksa," tambah Akil.
Pemeriksaan nama-nama yang disebut ini akan dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Akil berjanji akan menyelesaikan semua pemeriksaan secepatnya.
"Pasti ada batas waktunya, harus segera cepat seelsai. Tapi belum tahu batas waktunya kapan," sebut Akil.
Sebelumnya, Arsyad memang mengakui ada pertemuan antara Nesyawati dengan mantan Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, yang dibawa oleh adik iparnya Zaimar. Sementara laporan tim investigasi juga menyebutkan ada panitera pengganti bernama Mafhud yang mengaku-ngaku punya hubungan dengan hakim dan diduga menerima uang terkait Pilkada Bengkulu Selatan.
(ddt/nrl)










































