Anak Gaul pun Ingin Koruptor Dihukum Mati

Anak Gaul pun Ingin Koruptor Dihukum Mati

- detikNews
Selasa, 07 Des 2010 21:23 WIB
Anak Gaul pun Ingin Koruptor Dihukum Mati
Jakarta - "Lawan korupsi.." Teriak musisi berambut gimbal di atas panggung. Provokasi ini pun membangkitkan gairah sejumlah abege (anak baru gede). Dengan lantang mereka pun meneriakan perlawanan pada koruptor.

Lepas itu, puluhan abege kemudian berjingkrak-jingkrak mengikuti irama musik Konser GIPSI (Generasi Antikorupsi) yang digagas Indonesia Corruption Watch (ICW) di Mal Margo City, Depok, Jabar, Selasa (7/12/2010).

Namun berbeda dengan teman-temannya, Wahyu (16) memilih menonton jauh dari panggung. Kebetulan dia menemani dua temannya wanita, yang kebetulan ikut ingin menyaksikan konser musik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya benci korupsi," ujar pelajar kelas 1 SMU 51 Jakarta ini ketika ditanyakan perihal korupsi.

Meski kedatangannya semata untuk menonton acara musik, dia mengaku ingin agar korupsi bersih dari Indonesia.

"Kalau perlu koruptor dihukum mati," terang Wahyu yang mengenakan kaus putih dan celana jeans ketat ini.

Wahyu, juga temannya Fitri (15) memang tidak tahu kalau 9 Desember adalah hari antikorupsi sedunia. Begitu pun soal kasus-kasus besar terkait korupsi di negeri ini, keduanya tidak banyak mengerti bagaimana kasus Gayus Tambunan ataupun kasus aliran dana BI.

"Tahu sedikit dari berita, pokoknya korupsi itu yang ngambil uang negara, pokoknya harus dihukum yang paling berat," terang Fitri siswi kelas 3 SMP 91 Jakarta ini.

Suara Wahyu dan Fitri mungkin saja mewakili suara anak muda Indonesia. Meskipun terkesan tidak peduli, jauh di lubuk hati, bagaimanapun korupsi menjadi musuh bersama.

"Apa bisa ya enggak ada korupsi di Indonesia?" tanya Novi (15) rekan Wahyu dan Fitri dengan senyum.

Harapan untuk pemberantasan korupsi ini yang coba ditumbuhkan di dada anak-anak muda. ICW berharap, dengan metode konser musik di mal, sejak dini anak muda yang gaul bisa dan memiliki concern akan perlawanan atas korupsi.

"Selama ini hanya tokoh masyarakat dan NGO yang lantang berteriak antikorupsi, kita harap ke depannya anak muda memiliki rasa kalau perang melawan korupsi juga bagian dari tugas mereka," terang Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho.

Sikap optimistis tentu harus dimiliki. Bagaimanapun perjuangan melawan korupsi bukan pekerjaan mudah. Memerlukan waktu, tenaga, dan niat dari semua elemen bangsa.

"Bukan untuk kita tetapi untuk anak cucu kita," tutup aktivis antikorupsi Bambang Widjojanto.

(ndr/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads