Hal ini terungkap dalam data yang diperoleh detikcom, Jumat (3/12/2010). Menlu AS Hillary Clinton meminta perwakilan AS untuk memata-matai di Kantor PBB, New York, AS.
Dokumen itu tertanggal Jumat, 31 Juli 2009 dengan kode referensi STATE 048489.
Salah satu perintah Hillary adalah meminta data biografi dan biometrik pada diplomat berbagai negara yang berada di PBB. Hal ini mulai dari Dewan Keamanan sampai wakil tetap untuk PBB.
Nah, Indonesia juga menjadi incaran Hillary Clinton. Di PBB, Indonesia adalah anggota tetap Group of 77 atau G-77. G-77 Adalah negara-negara non blok dan kekuatan dunia baru.
"Informasi biografi dan biometrik dari anggota tetap G-77 khususnya China, Mesir, India, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afrika Selatan, Sudan, Uganda, Senegal dan Syria," demikian kawat diplomatik dari Hillary.
Hillary juga meminta dicari tahu bagaimana komunikasi perutusan tetap itu dengan pemerintah di negara asal mereka.
Terkait Indonesia, WikiLeaks masih punya 3.059 kawat diplomatik dari Kedubes AS Jakarta dan 167 kawat diplomatik dari Konjen AS Surabaya. Dokumen ini pun rencananya akan dibocorkan mereka secara bertahap.
(fay/nrl)











































