Calon Komisioner KY Diuji Soal Godaan Suap

Calon Komisioner KY Diuji Soal Godaan Suap

- detikNews
Kamis, 02 Des 2010 12:27 WIB
Jakarta - Lagi-lagi isu suap menjadi pembahasan utama dalam seleksi komisioner Komisi Yudisial. Salah satu calon, JMT Simatupang dicecar kesiapannya dalam menghadapi godaan suap jika terpilih nanti.

Anggota Komisi III dari Fraksi PKS, Abubakar Al Habsyi menanyakan, apakah ada godaan-godaan yang berhubungan dengan seleksi KY akhir-akhir ini.

"Apa ada yang menggoda Bapak akhir-akhir ini? Bagaimana Bapak mengatasi itu?" tanya Abubakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Fraksi PKS lainnya, Nasir Djamil juga menanyakan soal perilaku suap yang mungkin terjadi di KY. Terutama saat seleksi hakim agung.

"KY itu strategis dalam memilih calon hakim agung. Meski kewenangannya dibatasi," tegas Nasir.

Sayang, dua pertanyaan itu tak sempat terjawab oleh Simatupang karena terbatasnya waktu. Pensiunan hakim tinggi tersebut lebih banyak bercerita soal motivasinya masuk KY dan pengelolaan kasus di MA.

"Pertama kenapa masuk KY, saya merasa masih berpotensi masih sehat, bidang inilah yang saya lihat saya mengetahui betul mekanisme pengadilan, manajemen administrasi, manajemen perkara kalau saya masuk di sini akan klop untuk memperbaiki bagian-bagian yang kurang," paparnya.

Soal isu suap, Ketua KY Busyro Muqoddas sempat mengungkapkan bahwa KY adalah lembaga yang rawan dengan praktik suap. Terutama saat proses seleksi hakim agung.

Busyro bahkan mengaku pernah didekati oleh orang hakim yang berusaha menyuapnya.

"Lembaga ini rawan suap, termasuk seleksi hakim agung saya sendiri pernah dicoba disuap dan orang yang diminta mencoba menyuap adalah hakim yang mengenal saya," jelas Busyro di Gedung Dewan kemarin.

Menurut dia, DPR harus memilih calon komisioner KY yang tidak memiliki rekam jejak yang gemar duit. Sementara untuk komposisi, dia menyerahkannya pada Komisi III DPR.

"Komposisi terserah Komisi III walaupun yang penting itu integritas bukan unsur hakim itu. Saya kira kemaslahatannya makanya supaya tidak terjadi proses seleksi bisa ketat itu harapan sebagai orang KY," tutupnya.

(mad/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads