Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran belum sampai di 'garis akhir'. Kapan Presiden AS Donald Trump akan membawanya ke garis akhir agar perang berakhir?
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan garis finish atau garis akhir dalam perang melawan Iran akan segera tiba. Meski begitu Rubio belum bisa menentukan kapan konflik antara AS-Iran ini berakhir.
"Kita bisa melihat garis finishnya. Bukan hari ini, bukan besok, tetapi akan segera tiba," kata Rubio kepada acara "Hannity" di Fox News sebagaimana dilansir Aljazeera, Rabu (1/4/2026).
Dia mengatakan pertemuan langsung antara pejabat AS dan Iran mungkin akan terjadi suatu saat nanti.
Paus Leo XIV juga sempat bicara terkait upaya Trump yang ingin mengakhiri perang dengan Iran. Ia mengatakan Trump sedang mencari 'jalan keluar' untuk akhiri perang yang tengah berkecamuk di Timur Tengah.
"Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia ingin mengakhiri perang, mudah-mudahan ia sedang mencari jalan keluar, mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman," kata Paus kepada wartawan saat ia meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo, di luar Roma, menuju Vatikan, dilansir AFP, Rabu (1/4).
Hal itu, kata Paus, "akan menjadi kontribusi signifikan untuk menghilangkan kebencian yang sedang diciptakan dan yang terus meningkat di Timur Tengah dan tempat lain".
"Saya tentu akan terus menyerukan hal ini kepada semua pemimpin dunia untuk mengatakan 'Kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah'," kata Paus Amerika berusia 70 tahun itu.
Upaya Akhiri Perang
Saat ditanya di Gedung Putih pada Selasa (31/3) tentang dampak harga bahan bakar yang tinggi sejak dimulainya perang pada 28 Februari, Trump mengatakan bahwa "Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya."
"Kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, untuk menyelesaikan pekerjaan ini," ujar Trump.
Trump juga mengatakan bahwa penghentian serangan AS ke Iran tidak bergantung pada tercapainya kesepakatan apa pun dengan Iran.
"Mereka tidak perlu membuat kesepakatan dengan saya," katanya kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/4/2026).
Ketika Iran Berhenti Kembangkan Senjata Nuklir
Trump mengatakan akhir perang ini terjadi bila Iran terpuruk. Dia juga ingin Iran menghentikan pengembangan senjata nuklir.
"Ketika kita merasa bahwa mereka, untuk jangka waktu yang lama, akan terpuruk di zaman batu dan tidak akan mampu menciptakan senjata nuklir, maka kita akan pergi," katanya.
"Apakah kita memiliki kesepakatan atau tidak, itu tidak relevan," cetusnya.
Trump juga mengulangi seruannya agar negara-negara "mendapatkan" minyak dengan pergi ke Selat Hormuz sendiri. Ini disampaikannya setelah banyak sekutu menolak seruan AS untuk bantuan militer guna membebaskan lalu lintas kapal tanker di perairan yang ditutup Iran itu.
"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan pergi melalui Selat Hormuz, mereka akan langsung pergi ke sana, dan mereka akan mampu mengurus diri sendiri," katanya.
"Apa yang terjadi dengan selat itu, kita tidak akan ikut campur," cetus Trump.
Secara terpisah, dalam unggahan Truth Social pada Selasa pagi waktu setempat, Trump menyerukan negara-negara yang mengalami kekurangan bahan bakar untuk "pergi dan ambil minyak Anda sendiri" di Selat Hormuz.
"AS tidak akan ada di sana untuk membantu Anda lagi, sama seperti Anda tidak ada di sana untuk kami. Iran pada dasarnya telah hancur. Bagian tersulit sudah selesai. Pergi dan ambil minyak Anda sendiri," katanya.
Simak juga Video: Trump Sebut Presiden Iran Minta Gencatan Senjata











































