"Menurut Saya dalam berkoalisi itu harus efektif," ujar Hatta kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2010).
Hatta menuturkan, dalam koalisi harus saling menghargai. Isu reshuffle kabinet dirasa bukan wewenang partai koalisi.
"Saya tidak mau masuk wilayah reshuffle itu hak prerogatif Presiden," Jawab Hatta diplomatis.
Terkait sikap PAN terhadap reshuffle pun Hatta enggan komentar. Hatta pun tak mau menjawab siapa kader PAN yang disiapkan mengganti menteri yang diisukan akan diganti.
"Saya bukan menteri politik, saya menteri perekonomian," kilahnya sambil meninggalkan wartawan.
Sebelumnya diberitakan Ketum PD Anas Urbaningrum menuturkan evaluasi kabinet yang berujung reshuffle diperuntukkan memperkuat koalisi. Anas membenarkan saat ini SBY tengah melakukan evaluasi kabinet.
Dorongan serupa muncul dari Partai Golkar. Golkar menyambut positif rencana reshuffle kabinet jika dasarnya untuk perkuatan koalisi.
(van/ndr)











































