Hal itu terungkap dalam kabel diplomatik yang dibocorkan situs WikiLeaks seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/12/201010).
"Perceraian Sarkozy baru-baru ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuannya dalam menjaga keseimbangan dan fokusnya," demikian ditulis Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Paris, Prancis dalam kabel diplomatik Oktober 2007.
"Sarkozy sendiri pernah bicara mengenai ketergantungannya pada Cecilia, "sumber kekuatan dan kelemahan saya" begitu kata dia," demikian ditulis Kedubes AS.
"Selama perpisahan mereka pada 2005, Sarkozy muncul dengan terlihat sangat mudah marah dan lebih murung, sama seperti ketika muncul di KTT Lisbon sehari setelah pengumuman perceraian," demikian Kedubes AS.
Namun dalam bocoran dokumen rahasia itu, diplomat-diplomat AS juga mengungkapkan penghargaan mereka atas sikap Sarkozy yang sangat pro-Amerika. Bahkan Sarkozy dijuluki sebagai "Sarkozy Amerika".
"Sarkozy merupakan politikus Prancis yang paling mendukung peran AS di dunia," demikian memo Kedubes AS di Paris pada tahun 2006, tak lama setelah dia mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden.
"Julukan dia adalah 'Sarkozy Amerika" dan ketertarikannya pada Amerika adalah otentik dan berasal dari lubuk hatinya," demikian bunyi memo tersebut seperti dilansir harian Prancis, Le Monde.
WikiLeaks hingga kini terus membocorkan dokumen-dokumen rahasia AS. Kebocoran terbaru seperti dilaporkan surat kabar New York Times dan Guardian, fokus mengenai Pakistan dan kekhawatiran AS akan persenjataan nuklir negara tersebut.
(ita/nrl)











































