Balai TNTN Cabut Paksa 200 Hektar Kebun Sawit di Riau

Balai TNTN Cabut Paksa 200 Hektar Kebun Sawit di Riau

- detikNews
Sabtu, 27 Nov 2010 12:48 WIB
Pekanbaru - Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan operasi mencabut paksa kebun sawit seluas 200 hektar di Riau. Kebun ini dianggap ilegal karena berdiri di kawasan taman.

Kepala Balai TNT9 Hayani S mengatakan, operasi ini dilakukan untuk menertibkan penguasaan lahan ilegal. Ada 28 ribu hektar kawasan TNTN yang dikenal sebagai  koservasi gajah ini beralih fungsi menjadi kebun.

"Kita menertibkan ini untuk melakukan penyelamatan kawasan hutan. Kalau dibiarkan, perambahan akan terus terjadi," kata Hayani kepada detikcom, Sabtu (27/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, operasi yang sudah berlangsung selama dua hari ini telah mencabut pohon sawit seluas 200 hektar. Perkebunan ini merupakan milik pengusaha yang melibatkan masyarakat.

"Masyarakat yang ada di perkebunan itu hanya pekerja saja. Lahan ini pada dasarnya milik pengusaha yang memanfaatkan masyarakat sebagai temeng," kata Hayani.

Kebun sawit yang dicabut dengan menggunakan alat berat ini, rata-rata sudah dipanen. Penanaman sawit ini sejak awal sudah diperingati bahwa areal itu masuk dalam kawasan taman nasional.

"Namun pengusaha yang memanfaatkan warga selalu tidak mau tahu kalau lokasi itu di dalam kawasan taman. Kita melakukan operasi ini atas instruksi Menteri Kehutanan," kata Hayani.

Hayani berpendapat, perambahan lahan secara liar ini tidak lagi bisa ditolelir. Sebab, pencaplokan lahan  terus menggerogoti kawasan taman. Bila terus menerus dibiarkan maka akan mengganggu keseimbangan ekosistem di dalam taman.

"Jadi semua perkebunan sawit ilegal di dalam kawasan taman tetap akan dicabut seluruhnya," kata Hayani.

Dia menjelaskan, Balai TNTN bekerja sama dengan TNI/Polri dalam operasi pencabutan kebun sawit. Ini berguna menjaga situasi bila terjadi perlawanan dari pemilik kebun yang selalu memprovokasi warga.

"Selama ini banyak juga penguasaan lahan itu melibatkan oknum aparat. Karena itu kita meminta bantuan TNI/Polri untuk mengawal jalannya pencabutan kebun sawit itu," kata Hayani.

(cha/aan)


Berita Terkait