gembel di Gunung Merapi, tak sedikit para relawan yang tewas. Pemerintah
mempertimbangkan akan memberikan penghargaan kepada para relawan atau pun
wartawan yang tewas dalam letusan Gunung Merapi.
"Sebagai apresiasi apa yang kita lihat di lapangan sejumlah orang telah melaksanakan tugasnya, baik perseorangan maupun kelompok orang yang sebagian dari mereka gugur. Misalkan dari Gegana, wartawan dan PMI sebagian ada yang ingin berkontribusi untuk menyelamatkan warga, mereka harus mengorbankan nyawanya, negara akan memberikan kontribusi suatu saat nanti," kata SBY.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka rapat paripurna kabinet di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (25/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama negara saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang melaksanakan tugas-tugas negara," papar SBY.
Saat ini, menurut Presiden, beberapa pakar vulkanologi dari beberapa negara
seperti Inggris, Jepang, Amerika Serikat dan Prancis sedang berada di Merapi, untuk bekerja sama dengan para ilmuwan Indonesia.
"Mereka menyampaikan bahwa ahli-ahli vulkanologi Indonesia memiliki profesionalitas yang tinggi dan bisa melaksanakan tugas dengan baik dan mereka bisa ikut serta dalam analisis termasuk prediksi ilmiah tentang Gunung Merapi itu," ujarnya.
Tentunya informasi ini menggembirakan bagi SBY dan rakyat Indonesia, bahwa
memang para pakar vulkanologi Indonesia banyak yang profesional. "Ini menggembirakan karena ahli kita sendiri dinilai oleh para mitranya dan negara-negara lain cukup profesional," tutup SBY.
(anw/mok)











































