"Saya ingin memberikan arahan khusus kepada Kabinet Indonesia Bersatu. Saya
nilai beberapa tugas yang harus saudara laksanakan terlambat untuk segera
diselsaikan," kata SBY saat membuka rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (25/11/2010).
SBY menjelaskan, tugas-tugas yang belum selesai tersebut di antaranya Inpres
tentang APBN dan APBD, seperti dia pinta saat rapat di Bogor beberapa waktu
lalu. "Ini sangat penting," papar SBY.
Hal ini menurut SBY sangat penting karena dia ingin semua anggaran betul-betul sehat. "Saya melihat banyak yang masih bisa kita hemat," imbuh SBY.
Dia mencontohkan, Setneg dan Istana Presiden saat ini telah menghemat sebanyak 11 persen atau Rp 200 miliar lebih. SBY yakin di kementerian lain juga bisa melakukan hal yang sama.
"Kalau ini bisa dilakukan ditambah dengan penerimaan yang lebih baik, maka
anggaran kita akan lebih hemat lagi untuk pembangunan," ujar SBY.
SBY juga meminta agar segera diterbitkan Inpres untuk tanggap darurat. Ini
sesuai dengan apa yang dia sampaikan saat berkunjung ke Mentawai lalu.
"Saya juga minta diselesaikan UU tentang Kompolnas. Karena saya akan melantik ketua Komisis Kejaksaan dan Komisi Kepolisian," imbuh SBY.
Dan dalam waktu dekat ini, SBY juga akan melantik Jaksa Agung baru. Sehingga, harusnya sudah jatuh tempo saat pejabat-pejabat itu akan dilantik.
"Desember, saya kasih tenggat waktu," tutup SBY. (anw/mok)











































