Awas Bromo, Pemkab Probolinggo Siapkan Kentongan & Sirine

Awas Bromo, Pemkab Probolinggo Siapkan Kentongan & Sirine

- detikNews
Kamis, 25 Nov 2010 08:25 WIB
Jakarta - Berbagai persiapan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam rangka antisipasi setelah status Gunung Bromo ditingkatkan menjadi 'Awas'. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menyiapkan kentongan dan sirine di tiap dusun.

Dua alat ini adalah persiapan yang paling prioritas dilakukan pemkab setempat. Sebab dua alat difungsikan sebagai penanda jika keadaan tidak kondusif, yang mengharuskan warga untuk dievakuasi dari lereng Bromo.

"Kalau terjadi sesuatu, peringatan yang sudah kita persiapkan di setiap dusun sementara menggunakan kentongan dan sirine," ujar Kapolres Kabupaten Probolinggo AKBP Zulfikar saat memberikan pemaparan menanggapi status 'Awas' Gunung Bromo bersama Menko Kesra Agung Laksono di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Jl Ahmad Yani, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (25/11/2010) dinihari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan bantuan dua alat tersebut, Zulfikar berharap warga segera tanggap untuk meninggal rumahnya. "Jadi kalau itu bunyi, kita harap masyarakat harus tahu apa yang mereka lakukan," katanya.

Tak hanya itu persiapan lainnya juga terus dilakukan pemkab setempat. Dari jajaran kepolisian, dikatakan Zulfikar, 250 personel gabungan TNI dan Polri serta 200 dari unsur masyarakat telah disiapkan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Posko utama yang nantinya akan dijadikan posko evakuasi, juga segera didirikan. Posko ini terletak di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang jaraknya berada di radius 17 kilometer dari puncak Bromo. Di sekitaran posko itu pula nantinya, 9 titik akan dijadikan tempat pengungsian.

"Kita sengaja buat jaraknya jauh, karena kita ingin posko ini berada dalam lokasi aman. Kita sudah menyiapkan 9 titik yang nantinya akan dijadikan tempat pengungsian, yaitu sekolah dasar, lapangan, terminal, balai desa, gedung kecamatan desa, dan nantiaya di tempat-tempat itu juga akan dipasangi tenda-tenda," jelas Agung.

Tak hanya persiapan tempat pengungsian, kendaraan evakusi juga sudah disipakan. "Termasuk kita sudah mempersiapkan kendaraan untuk mengevakuasi seandainya terjadi bencana. Kita sudah siapkan 16 truk, 176 mobil jeep dan 1 unit ambulans," tegasnya.

Menanggapi seluruh pemaparan tersebut, Agung berharap apa yang telah direncanakan bisa terkoordinasi dengan baik di lapangan. Agung juga meminta pemerintah setempat tidak lupa selalu memberikan sosialisasi pada warga.

"Jangan lupa sosialisakan dengan masyarakat, kalau (bencana) terjadi malam hari mereka sudah tahu ke arah mana mereka akan pergi, petunjuk arah harus diberikan penerangan dan lampu darurat," pesan Agung.
(lia/nvt)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini